Tak Ada Biaya, Keluarga Nenek Penderita Stroke Hanya Bisa Pasrah

0 367

Heibogor.com – Seorang nenek paruh baya yang akrab disapa Mak Eem (70) terbaring lemah tak berdaya. Sudah 2 tahun lebih ia menderita penyakit stroke yang menyerang bagian tubuh sebelah kirinya. 

Saat ditemui heibogor.com di kontrakannya, RT 06/RW 02, Cilibende Kaler, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Kondisi Mak Eem terlihat cukup memprihatinkan. Ia terbaring pada sehelai karpet dan berselimutkan kain sarung. Gaya bicaranya pun bahkan tidak terarah dan simpang siur.

“Anak kasep darimana, enggeus boga kabogoh can, didoakeun ku Emak (dalam Bahasa Sunda dibaca : sudah punya pacar belum, didoakan sama Emak) semoga dapat pacar yang baik,” ujar Mak Eem dengan berbahasa Sunda. Jumat (17/03/17).

Sementara itu, anak pertamanya Endang menjelaskan, ia bersama Mak Eem sudah tinggal di rumah kontrakan ini selama dua tahun semenjak kepergian sang ayah.

Endang menuturkan, Mak Eem memiliki anak lima bersaudara. Namun, saat ini, keempat anaknya yang lain tinggal di rumahnya masing-masing bersama pasangannya. Endang beserta sanak saudaranya sudah sangat pasrah dengan kondisi Mak Eem saat ini.

“Karena kata saudara-saudara yang lain Mak Eem sudah tidak dapat sembuh dari penyakit strokenya. Saya tinggal di sini (rumah kontrakan, red) bersama Emak. Sudah dua tahun mengontrak rumah ini, biayanya sekitar 600 ribu sebulan. Untuk bayar kontrakan ini hasil dari uang yang terkumpul bersama saudara-saudara yang lain. Kalau yang merawat Mak Eem saya sendirian,” ujarnya.

Endang menjelaskan, Mak Eem belum pernah dibawa ke rumah sakit sama sekali untuk menjalani pengobatan. Pihaknya hanya mengandalkan dokter yang tinggal tidak jauh dari rumah kontrakan Mak Eem.

“Tapi sekarang dokter itu udah gak pernah ke sini (kontrakan, red). Sempat ditawarkan untuk datang ke rumah dokternya, tapi bawa Emak susah, digendong naik motor juga tidak bisa. Susah sekali,” katanya.

Masih kata Endang, ia berharap ada bantuan langsung yang diberikan Pemerintah kota (Pemkot) Bogor untuk biaya pengobatan Mak Eem.

“Saya tidak bekerja, saya hanya di rumah membantu dan merawat Mak Eem,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.