Tinjau Sukaresmi, Aher Beri Bantuan Rp 10 Juta

0 431

Heibogor.com – Setelah Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Suyudi Ario Seto mendatangi lokasi kejadian banjir yang merengut dua nyawa sekaligus di SMA Negeri 2 (Smanda) Bogor, RT 3/RW 4, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Senin (27/02/17) kemarin, hari ini Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat juga meninjau langsung lokasi bencana. Selasa (28/02/17).

Dalam tinjauannya, Gubernur Jabar itu langsung menghampiri lokasi tembok yang ambruk di sisi sekolah. Tembok pembatas tersebut jebol karena volume air yang overload.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat meninjau langsung lokasi bencana di Smanda Bogor. Selasa (28/02/17).

Saat mengintari sekolah, kedatangan pria yang akrab disapa Aher ini disambut hangat oleh para siswa dan siswi Smanda.

Tidak hanya sampai di situ, Aher pun langsung mengunjungi dua rumah korban banjir kemarin. Kedatangannya disambut isak tangis pemilik rumah yang berhasil selamat dari peristiwa tersebut.

Aher mengunjungi rumah korban banjir di Sukaresmi.

“Saya gak mau tinggal di sini lagi, mau diapain juga. Saya sudah lama di sini, dari tahun 2010 sering banjir. Kita pengennya ada bantuan dari pemerintah setempat. Di sini sebelumnya pernah banjir dan kali ini paling parah,” ujar seorang ibu dengan isak tangis yang mendalam.

Dalam kunjungannya, Aher memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta yang langsung diberikan kepada Camat setempat.

Aher memberi bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta untuk korban bencana di Sukaresmi yang langsung diberikan kepada Camat setempat.

“Bantuan Rp 10 juta untuk korban diserahkan ke Pak Camat. Semoga ikut membantu,” ungkap Aher.

Aher mengatakan, tembok yang runtuh oleh luapan air akan segera diperbaiki karena khawatir jika suatu saat nanti terjadi hal yang serupa. Kemudian, lanjutnya, struktur tembok pembatas tersebut pun akan dibuat setara dengan struktur tangul.

“Sebelumnya tembok itu bukan untuk menahan air. Kalau dibangun dengan tembok yang sama, khawatir rusak lagi,” jelasnya.

Masih kata Aher, struktur tembok tersebut akan dibuat layaknya struktur tanggul. Untuk realisasinya, APBD provinsi masih perlu diproses. Nantinya, tanggul yang dibuat tentu akan lebih kuat sehingga ketika ada luapan air seperti kemarin, tembok tidak akan runtuh.

“Ini musibah, tapi belum sampai ke kondisi darurat. Musibah banjir atau luapan air sudah surut dan korban sudah ditangani. Dampak pembangunan segera diurus dan akan segera diselesaikan. Tapi nanti struktur untuk menahan tanah, tingkatnya ada pada struktur tanggul. Tembok itu kan hanya menutupi. Penyebabnya ada apa-apa, kita lihat nanti dan kita pelajari,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.