Turut Berempati, Suyudi Doakan Korban Banjir Maut di Sukaresmi

0 370

Heibogor.com – Menanggapi peristiwa banjir yang terjadi dan menelan 2 korban jiwa di SMA Negeri 2 (Smanda) Kota Bogor, Kelurahan Sukaresmi RT 3/RW 4, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Suyudi Ario Seto, mendatangi lokasi kejadian sekaligus meninjau tembok di sisi lapangan sekolah yang ambruk hingga akhirnya mengakibatkan banjir di sekitar halaman parkir sekolah.

Tak hanya itu, Suyudi pun menyiapkan anggota kepolisian untuk bertugas di lokasi kejadian. Usai menyiapkan anggotanya, Suyudi langsung mendatangi rumah korban yang terkena musibah untuk berbela sungkawa dan mendoakan para korban.

Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Suyudi Ario Seto meninjau lokasi kejadian banjir maut di Sukaresmi.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Suyudi Ario Seto mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap wilayah yang menjadi rawan bencana khususnya ketika kondisi cuaca yang saat ini sedang tidak menentu dan memiliki curah hujan tinggi. Para elemen serta tokoh-tokoh masyarakat dan RT RW juga harus memberikan arahan kepada masyarakat.

Ya, seperti kasus tadi sore, itu seharusnya bisa diantisipasi dari awal. Karena ini tidak datang tiba-tiba, pastinya ada prosesnya. Perlu adanya langkah-langkah khusus dari para tokoh yang ada di wilayah masing-masing dan jangan segan untuk berkoordinasi dengan aparat setempat, baik lurah atau camat, bahkan mungkin kalau perlu sampai ke BNPD, “ujar Suyudi di sela tinjauannya, Senin (27/02/17).

Dalam kaitan dengan terjadinya bencana seperti ini, kata dia, tanpa disuruh pun pihaknya sudah tentu akan turun langsung dan memberikan bantuan kepada masyarakat, di antaranya membantu proses evakuasi dan juga melakukan pengamanan.

Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Suyudi Ario Seto meninjau lokasi kejadian banjir maut di Sukaresmi.

“Jangan sampai bencana ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki tujuan yang tidak baik,” jelasnya.

Dalam tinjauannya, Suyudi sangat prihatin melihat kondisi di lokasi bencana yang diperkirakan terjadi karena penumpukan air dan adanya penyumbatan di selokan sehingga terjadi penimbunan air hingga menyebabkan tembok jebol.

“Akhirnya air yang meluap menghantam rumah dan memakan korban. Kita ketemu keluarga korban dan ikut berempati,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.