Tunggu Rute Angkot Diperwalikan, Pemkot Undur Program Rerouting

0 347

Heibogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor rupanya masih terus mematangkan program penggabungan trayek angkot (rerouting) dan dipastikan rencana launching akan diundur hingga kesepakatan rute angkot diperwali-kan.

“Sampai hari ini saya masih menunggu hasil rapat Dishub dengan Organda,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat kepada heibogor.com, Jumat (24/02/17).

Ade menerangkan, jika Peraturan Wali Kota tentang rute angkot sudah selesai dibahas, maka program rerouting akan segera dilaunching.

“Jangan sampai perwali sudah selesai, tapi pada saat pelaksanaannya masih ada rute angkot yang bersinggungan atau benturan di lapangan,” ungkapnya.

Dia menilai, waktu pelaksanaan launching akan mundur. Sebab, pihaknya masih menunggu kesepakatan jalur dan rute dengan seluruh pengusaha angkot, KKSU, dan KSU.

“Saya belum bisa pastikan kapan dilaunchingnya,” akunya.

Sementara itu, sebelumnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor mengaku telah membahas terkait perubahan Surat Keputusan (SK) Wali Kota mengenai rerouting (penggabungan trayek) rute trayek angkot dengan KKSU, KSU, dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang bakal dilaunching bulan ini.

“Kami sudah membahas dengan KKSU, KSU, dan Dishub terkait perubahan rute trayek agar tidak terjadi benturan di lapangan,” kata ketua Organda Kota Bogor, M. Ischak.

Dia menerangkan, pihaknya juga sudah melakukan rapat dengan pengusaha angkot. Hasilnya, secara keseluruhan sudah ditemukan solusi terkait rute angkot baru itu.

“Jadi, kita sepakat untuk segera dilaunching bulan ini,” jelasnya.

Namun, untuk rencana subsidi dan penyesuaian tarif, kata dia, pihaknya sudah meminta Wali Kota Bogor Bima Arya untuk segera dikaji lebih dalam dan Wali Kota sudah memerintahkan Kabid angkutan Dishub untuk menghitung semua.

“Yang jelas nanti subsidi itu ada setelah dilakukan uji coba, termasuk nanti akan ada penyesuaian tarif angkot,” urainya.

Ischak menyebutkan, contoh trayek yang telah disempurnakan misalnya trayek 15 dan 16 serta 05 dan 17. Namun, semuanya sudah dibahas.

“Hal yang harus diperhatikan ke depan adalah subsidi dan penyesuaian tarif. Hal itu akan dilakukan setelah dilakukan uji coba. Misalnya, seperti trayek 01 Cipinang Gading – Yasmin karena jaraknya jauh harus ada penyesuaian tarif,” sebut dia.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.