Rumah Singgah Anjal, Atty : Anjal Juga Berhak Dapat Pendidikan Layak

0 692

Heibogor.com – Keberadaan anak jalanan (anjal) yang semakin marak mengetuk hati anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atty Somaddikarya untuk mendirikan rumah singgah bagi anjal di Babakan Peundeuy, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Rumah singgah tersebut nantinya akan dipergunakan anjal untuk melaksanakan aktivitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh sejumlah relawan yang berasal dari salah satu universitas di Kota Bogor.

Menurut Atty, pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang mendukung kehidupan para anjal. Artinya, pendidikan juga membantu anjal untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Tak hanya itu, lanjut Atty, peran serta pendidikan juga membuat anjal agar tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat pada umumnya.

“Tak hanya untuk singgah para anjal, rumah ini juga dibentuk sebagai salah satu langkah untuk memperbaiki kehidupan anjal. Perlu diketahui, kurangnya asupan pendidikan anjal merupakan potret buruk dunia pendidikan di Indonesia. Di mana, tidak semua negara bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Anjal juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Atty kepada heibogor.com. Kamis (23/02/17).

Anjal saat melakukan akitivitas belajar mengajar di rumah singgah.

Rumah singgah bagi para anjal ini bekerja sama dengan Komunitas Anak Panah untuk menarik minat para anjal.

Ketua Komunitas Anak Panah, Joni Sabara Halomon Sihombing membenarkan adanya bentuk kerja sama yang dijalin dengan rumah singgah anjal tersebut.

Joni menjelaskan, awalnya ia mengajak para anjal untuk dibina. Anjal yang diajak berasal dari pusat Kota Bogor yakni Tugu Kujang, Baranangsiang, dan sekitarnya. Namun, dari tahun ke tahun, komunitas bentukannya (Komunitas Anak Panah, red) tidak memiliki tempat yang khusus untuk dijadikan tempat belajar mengajar.

“Baru tiga minggu kami menempati rumah singgah yang difasilitasi Ibu Atty ini. Senang rasanya sudah memiliki tempat, jadi tidak perlu pindah-pindah dan ketika hujan tidak akan kehujanan,” ungkap Joni riang gembira.

Masih kata Joni, baru terhitung belasan anjal yang datang untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Anjal saat melakukan akitivitas belajar mengajar di rumah singgah.

“Kami berkumpul hari Rabu, anjal yang datang sekitar 15 sampai 20. Mereka juga dibekali dengan pengajaran baca tulis serta menghitung. Tidak hanya itu saja, mereka juga diajarkan untuk terampil seperti menganyam dan mendaur ulang barang bekas atau sampah menjadi kerajinan yang dapat menghasilkan uang untuk mereka sendiri,” urainya.

Adapun harapannya ke depan, sambung Joni, dengan adanya rumah singgah untuk para anjal ini agar mereka (anjal, red) dapat membentuk kenyamanan dalam proses belajar mengajar.

Anjal saat melakukan akitivitas belajar mengajar di rumah singgah.

“Semoga saja dengan adanya rumah ini bisa bertambah banyak anjal yang dapat kami bina ke depannya. Apalagi, ada mahasiswa yang membantu kami untuk menjadi relawan dalam proses binaan para anjal,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.