Terjatuh 2 Tahun Lalu, Adelia Risqi Divonis Idap Kanker Tulang

0 845

Heibogor.com – Malang benar nasib Adelia Risqi (15) seorang pelajar yang divonis mengidap penyakit kanker tulang di bagian kaki sebelah kanannya.

Kisah yang dideritanya sempat menjadi viral di salah satu jejaring media sosial, yaitu Instagram. Kini, dirinya sedang menjalani perawatan intensif di RS PMI Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Penyakit kanker yang diderita Adel sudah tertanam dalam tubuhnya sejak dua tahun lalu. Kanker tersebut disebabkan karena ia sempat terjatuh di sekolahnya dan mengalami memar di bagian kakinya. Pihak keluarganya tidak mengetahui bahwa memar tersebut adalah bibit dari penyakit kanker yang akan menyerang tubuh Adel. Ia juga sempat menjalani proses pengobatan tradisional dengan teknik pemijatan serta urut, namun proses tersebut tidak membuahkan hasil yang maksimal. Memar di kakinya kempes hanya sementara waktu. 

Atas penyakit yang dideritanya, ia pun harus menjalani proses pengobatan sejak bulan September 2016 lalu. Beberapa rumah sakit sudah didatangi Adel beserta keluarga untuk menjalani pengobatan. Sempat ada pihak rumah sakit yang menolak dikarenakan keterbatasan ruang perawatan. Tak patah semangat, pihak keluarga tetap mencarikan rumah sakit untuk Adela dalam melawan penyakit kanker yang dideritanya.

“Awal mula kelas 2 SMP dia sempat terjatuh saat pelajaran olahraga dan mengalami sedikit bengkak di bagian kakinya, tapi bengkak tersebut tidak terasa sakit. Ibunya takut kenapa-kenapa akhirnya diurut, setelah itu sempat kempes. Tak lama bengkak lagi, tapi kondisi badannya tetap stabil, jalannya seperti biasa. Akhirnya diurut yang kedua kalinya, bengkak kempes lagi dan ke tiga kalinya bengkak lagi, selalu bengkak di bagian yang sama yaitu kaki bagian kanan. Paling dia hanya mengalami pegal-pegal karena Adela sendiri ialah orang yang aktif,” ujar sepupunya, Hernita (20) kepada heibogor.com di RS PMI Kota Bogor, Senin (16/01/17). 

Anak ke empat dari lima bersaudara ini, lanjut Hernita, Adel masih bisa bersekolah, masih sempat untuk beraktifitas dan melakukan hiking ke salah satu destinasi wisata curug yang diadakan pihak RW dalam rangka HUT RI. Tak berselang lama, Adel drop kembali dan mengalami bengkak yang lebih besar dari sebelumnya disertai panas pada suhu tubuhnya.

Ketika Adel sakit, lanjut Hernita, ia segera dilarikan ke Puskesmas Tanah Sareal untuk tindakan lebih lanjut.

“Sempat melaksanakan Ujian Akhir Sekolah dalam keadaan sakit di SMK 1 Kota Bogor. Karena menurut Adel terlalu tanggung jika harus izin meskipun pihak sekolahnya mengizinkan dirinya untuk berisitirahat. Ketika drop, dia dilarikan ke Puskesmas dan di sana langsung dirontgen, hasilnya membuktikan bahwa ia mengalami radang tulang. Pihak Puskesmas langsung merujuk Adel untuk menjalani pengobatan ke RS PMI dan hasil diagnosanya, ia mengalami penyakit sejenis kanker tulang. Untuk memastikannya, Adel harus menjalani pemeriksaan ke RSCM,” katanya.

Selama empat minggu Adel harus pulang pergi untuk menjalani pemeriksaan ke RSCM. Ia menjalani pemeriksaan Topologi Anatomi. Namun, ketika menjalani pemeriksaan tersebut, seorang dokter mengatakan kaki Adel tidak diperbolehkan untuk berjalan. Jika dilakukan, penyebaran penyakit yang dialaminya akan semakin cepat.

“Karena kami tidak mengetahui hal tersebut, kami mondar mandir RSCM menggunakan kereta. Karena kita ke RS tidak ada yang memberitahukan bahwa Adel tidak boleh berjalan,” jelasnya.

Kondisi tubuh Adel pun dari hari ke hari semakin menurun. Ia susah bernapas dan berat badannya juga semakin menurun.

Untuk mendapatkan kesembuhan, sambung Hernita, Adel terus menjalankan pengobatan secara rutin. Akhirnya, Adel diberikan obat racikan dari RSCM dan akan segera menjalani program kemoterapi.

“Berat badan Adel sebelumnya 50kg tapi sekarang 30kg. Saya mengantar hasil rontgen ke RSCM karena semakin ke sini Adel semakin drop. Dokter meminta Adel menyiapkan kondisi tubuhnya untuk menjalankan kemoterapi. Ia juga harus dirujuk untuk kontrol paru-paru. Dan ternyata, hasilnya mengejutkan. Paru-parunya tersebar oleh penyakit kanker di kakinya. Dengan kondisi yang menurun, ia terpaksa tidak bisa menjalani tindakan kemoterapi,” papar Hernita.

Beberapa obat-obatan penahan rasa nyeri juga sudah diberikan kepada Adel. Karena kondisi yang kian drop, ia dilarikan ke RSUD Kota Bogor. Di sana Adel diberi suntikan. Tak lama, kondisinya semakin menurun dan dilarikan ke IGD PMI. Namun, karena kamar penuh, ia pun dilarikan ke RS FMC.

“Dokter menyuruh Adel untuk terus mengkonsumsi obat tersebut karena merupakan salah satu cara pengobatan terapi jangka pendek. Nafsu makannya pun semakin berkurang dan rasa nyeri terus dirasakan Adel. Kondisi kakinya juga semakin membengkak dan lama-lama tumbuh kayak bisul setelah pulang dari FMC. Hingga saat ini, ia hanya bisa terbaring lemas di RS PMI Kota Bogor untuk menjalani perawatan intensif sambil menunggu keputusan dokter untuk menjalankan operasi atau mengamputasi kaki kanan Adel,” ujarnya.

Untuk keluar masuk ke rumah sakit, Adel menggunakan BPJS kelas 3 milik Pemerintah dan untuk pengobatannya sendiri ditanggung oleh pihak keluarga.

Namun, sejak Adel menjadi viral, banyak bantuan yang diberikan dari masyarakat. Hingga tiga hari ini, obat untuk Adel pun dapat ditebus dengan menggunakan minimal 10 sachet. Harga obat setengahnya rata-rata mengeluarkan Rp 500 ribu, karena tidak tercover BPJS,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.