Progres BORR Sesi IIB, Bima: Pohon yang Ditebang Diganti 10 Kali Lipat

0 343

Heibogor.com – Pada intinya, proyek pembangunan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Sesi IIB ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin penting untuk mengatasi kemacetan di Kota Bogor. Namun, pembangunan tidak boleh merusak lingkungan.

Hal itu dikatakan Wali Kota, Bogor Bima Arya saat acara temu media Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan PT Marga Sarana Jabar (MSJ) di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota. Rabu (11/01/17).

“Pembangunan fisik itu tidak boleh mengorbankan lingkungan, karena saat ini di Kota Bogor sedang giat penanaman pohon, pembuatan lubang biopori dan Kota Bogor memiliki konsep Green City,” jelasnya.

Dia menegaskan, PT Marga Sarana Jabar (MSJ) siap merelokasi pohon yang sudah ditebang ke lokasi lain, namun lokasinya akan disepakati bersama nanti.

“Pokoknya yang sudah ditebang akan diganti 5 sampai 10 kali lipat,” tegasnya.

Bima menyebut, ada sekitar 200 pohon yang sudah ditebang, namun sisa pohon yang belum ditebang akan diselamatkan.

“Kita telah bersepakat, intinya pohon itu harus diselamatkan. Apakah akan ditanam di pinggir sungai Ciliwung dan Cisadane atau tempat lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo menambahkan, untuk pembangunan jalan tol BORR Sesi IIB ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin terpaksa harus menghilangkan pohon, sebab akan dibangun pondasi jembatan.

“Mau tidak mau harus hilang karena kita akan membangun jembatan. Memang tidak semua pohon bisa direlokasi dan kita akan mengganti pohon 5 sampai 10 kali lipat dengan jenis pohon yang sama,” ungkapnya

Sementara itu, pihaknya juga akan membuat 2.000 resapan biopori menganti 500 lubang biopori sebelumnya yang ada.

“Buktinya, di BORR seksi I kita sudah menanam 2.000 pohon berbagai jenis.” tandasnya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.