Lebih Dekat dengan Bima Arya Lewat Tenda Wali Kota

0 342

Heibogor.com – Untuk lebih mendekatkan antara pemimpin dan warganya Wali Kota Bogor Bima Arya memiliki terobosan baru, yakni program “Tenda Wali Kota”. Kali ini program yang akan digelar rutin setiap bulan ini dilaksanakan di Kampung Situ Bereum, RW 04, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (25/11/16) malam.

Selain menginap ditenda, Bima juga sebelumnya dengan didampingi Lurah Bojong Kerta Supianusturi, Camat Bogor Selatan Sujatmiko Baliarto dan dinas terkait mengecek langsung kondisi warganya. Tak hanya itu, Politisi PAN ini juga melakukan dialog dengan warga, warga pun secara bergantian “Curhat” dengan ayah dua anak ini.

Setelah itu, tak ketinggalan tradisi “Ngaliweut” pun dilakukan, dengan menu yang sederhana dan menggugah selera itu warga pun terlihat antusias.

Bima Arya mengatakan, bahwa dengan adanya program Tenda Wali Kota ini ia mengaku banyak mendapatkan aspirasi atau harapan dari warga seperti untuk akses jembatan yang menuju ke pesantren, Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Memang untuk PJU disini sudah 2 bulan yang lalu dipasang, tetapi ada juga beberapa titik yang perlu ditambah PJU. Kalau untuk siskamling juga saya cek berjalan dengan baik, memang situasinya aman disini,” ujarnya kepada heibogor.com.

Ia menegaskan telah mencatat beberapa curhatan warga, ia meminta untuk ditindaklanjuti seperti perhatian untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang kondisinya sangat memprihatinkan, ia meminta untuk didorong dan diprioritaskan, kemudian suami Yanne Ardian ini mengaku mendatangi salah satu UMKM yang memiliki potensi yang luar biasa, yakni pengrajin pandai besi.

“Nanti kita akan bantu untuk gerindanya, permodalannya dan dibantu juga untuk pameran,” ujarnya.

Selain itu kata dia, untuk permintaan pembangunan Posyandu ia meminta dialokasikan nanti tahun depan di dana sarana dan prasarana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang jumlahnya ada sekitar Rp. 175 juta.

“Mudah-mudahan oleh pak lurah dapat diprioritaskan untuk membangun posyandu, asal status, lahan, dan tempatnya jelas dan untuk jalan setapak bisa dialokasikan juga,” paparnya.

Dia menilai di Kampung Situ Bereum ini suasananya sangat guyub. Ada istilah “Lok lok bungaok”, filosofinya itu yakni kebersamaan, dapat rezeki sedikit saling berbagi.

“Intinya, permintaan warga tidak muluk-muluk, seperti lampu, perbaikan jalan, rumah ibadah saya minta untuk diajukan lewat Kemas nantinya bisa diverifikasi, semua permintaan yang sangat wajar. Ada permintaan bisa dipenuhi segera ada juga yang membutuhkan proses,” pungkasnya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.