Sumpah Pemuda: Bangkitkan Pemuda, Hindari Perpecahan

0 463

Heibogor.com – Hari ini, Jumat 28 Oktober 2016 diperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-88. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 itu merupakan spirit baru bagi bangsa Indonesia, bahwa kita bisa merdeka, dan terbebas dari belenggu penjajah. Untuk itu, sebagai pemuda kita tidak boleh hanya larut dalam romantisme sejarah namun harus dapat mengaktualisasi esensi sumpah pemuda.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Hasbulloh menilai banyak hal yang harus kita pertahankan dalam memaknai sumpah pemuda saat ini, pertama adalah semangat kebersamaan dan kebhinekaan, karena pemuda indonesia harus sadar bahwa kita itu terbentuk dari berbagai suku dan agama.

“Maka dengan semangat kebersamaan kita bisa saling tolong menolong dan dihindarkan dari perpecahan sesama pemuda Indonesia,” katanya kepada heibogor.com.

Selain itu kata dia, yang kedua, saat ini kita harus pertahankan kepekaan sosial dan kepedulian sosial, kita harus yakin bahwa dengan kepekaan sosial kita merasa saling membutuhkan satu sama lain, kita tidak mungkin berhasil dan sukses tanpa peran orang lain dalam mencapai kesuksesan yang kita inginkan.

“Dengan memiliki kepekaan sosial, maka kita akan memiliki kepedulian sosial,” ungkapnya.

Tak hanya itu, poin ketiga yang harus kita pertahankan bagi kalangan pemuda adalah berperan maksimal di berbagai bidang yang kita geluti dan kita sukai, dengan meningkatkan peran tersebut maka kehadiran pemuda akan dirasakan positif oleh lingkungan dan masyarakat.

“Ada beberapa realita yang harus kita kikis dengan semangat pemuda, diantara realita yang masih ada di kalangan pemuda ialah sikap mudah dihasut dan terprovokasi ke arah yang destruktif, hal ini harus kita kikis dengan semangat persatuan,” paparnya.

Tak hanya itu, Hasbulloh melanjutkan, penurunan produktifitas dimana pemuda Indonesia banyak yang masa produktifnya diganggu dengan berbagai macam hal seperti penyalahgunaan narkoba, menurunnya perilaku positif serta menghabiskan masa muda dengan hal yang tidak produktif.

“Realita pemuda yang harus kita kikis dan kita hindari adalah sikap acuh terhadap kondisi sosial masyarakat, padahal peran pemuda sangat diharapkan oleh berbagai kalangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor Rahmat Imron Hidayat menjelaskan, hari sumpah pemuda harus menjadi momentum bagi kaum muda Indonesia untuk senantiasa merawat dan menjaga kebersamaan dan persaudaraan tanpa sekat, batas agama, suku, ras dan golongan.

“Ini penting sebagai jembatan utama Indonesia menuju negara bangsa yang kokoh dan tegak berwibawa. Kebersamaan dan persaudaraan juga merupakan basis penting bagi kita untuk mewujudkan cita cita bersama yakni kemajuan Indonesia,” jelasnya.

Di samping itu, Kang Romi sapaan akrabnya mengungkapkan, sumpah pemuda sudah selayaknya menjadi momentum bagi kaum muda Indonesia di manapun berada untuk memantapkan diri dalam pembangunan SDM di era globalisasi yang semakin kompetitif ini.

“Inilah sejatinya cara kita merayakan sumpah pemuda dengan tidak sekadar larut dalam romantisme sejarah melainkan melakukan perenungan seraya aktualisasi dan kontekstualisasi semangat dan kesadaran sejarah tersebut dalam konteks kerja kerja peradaban di era kekinian,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Mahasiswa Bogor (Himabo) Janwar menambahkan, makna sumpah pemuda yang harus dipertahankan di era saat ini adalah nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang dulu pernah ditunjukan oleh pemuda-pemuda indonesia kala itu dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Semangat inilah yang harus dipertahankan oleh pemuda Indonesia yang akan menjadi harapan bangsa. Sudah saatnya bersatu membangun bangsa,” tuturnya.

Miris, kata Uje sapaan akrabnya, adalah salah satu kata untuk menggambarkan kondisi pemuda-pemuda saat ini, dimana banyak sebagian pemuda yang sudah kehilangan rasa nasionalis. Mereka lebih asik dengan kehidupan mereka sendiri dan terbawa dengan pergaulan bebas membuat pemuda saat ini melupakan arti dari sumpah pemuda yg harus dipertahankan demi kemajuan bangsa.

“Maka sudah tugas kita untuk kembali bersatu, bukan hanya tugas pemerintah tapi kita kita juga wajib berperan untuk memajukan bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.