Kinerja Camat Cileungsi Dinilai Tak Maksimal

0 618

Heibogor.com – Sejak maraknya penolakan keberadaan kegiatan prostitusi di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang dilakukan oleh warga setempat, jajaran Kepolisian Polsek Cileungsi, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dianggap sampai saat ini tidak mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kecamatan Cileungsi.

Hingga hal ini pun berbuntut panjang, bahkan masyarakat dari berbagai Ormas dan LSM meminta kepada Bupati Bogor Nurhayanti untuk memutasi Camat Cileungsi Ade Yana Mulyana (AYM) dari jabatannya. AYM dinilai sejak kepemimpinannya dua tahun lalu, keberadaan Kecamatan Cileungsi semakin terpuruk di segala bidang bahkan roda pemerintahan yang ada selama ini tidak berjalan dengan baik.

Para pimpinan LSM dan Ormas yang berdomisili di Kecamatan Cileungsi diantaranya Dewan Pengurus Pusat (DPP) LSM 1 Suara Timur, DPP LSM Rambo Timur, DPP LSM Balebat 10, Ormas Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Cileungsi, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor Timur merasa jika kinerja AYM Mulyana mandul disegala bidang.

Tak hanya itu saja yang membuat masyarakat Kecamatan Cileungsi geram dengan kinerja Ade Yana Mulyana. Bahkan dalam catatan yang dimiliki Ormas dan LSM di Kecamatan Cileungsi, ada beberapa kantor desa yang belum pernah dikunjungi di antaranya Kantor Desa Cileungsi, Kantor Desa Limus Nungggal, dan Kantor Desa Jati Sari.

Tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar, bagaimana selama ini kinerja AYM yang semestinya bisa menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan bawahannya, serta memperhatikan setiap wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Salah satu tokoh agama di Kecamatan Cileungsi yang juga menjabat sebagai Ketua DPP LSM Balebat 10 Bob muslim Derajat mengatakan kepada heibogor.com, kinerja AYM dalam mengatasi kesehatan lingkungan di masyarakat tidak pernah terdengar sama sekali, sedangkan seperti yang kita tahu diakhir tahun 2015 dan awal 2016 ini, wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang menyerang masyarakat Cileungsi.

“Angka pasien DBD di Kecamatan Cileungsi sangat tinggi jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang ada di Bogor Timur, akan tetapi meski begitu, upaya mengatasi penyakit DBD tidak pernah dilakukan. Bahkan terakhir ada kabar, jika di salah satu wilayah Kecamatan Cileungsi yakni di Desa Situ Sari terdapat warga setempat yang terserang gizi buruk, namun tak pernah ada tindakan yang signifikan dari AYM,” ujar Bob muslim Derajat saat ditemui di kantor Desa Limus Nunggal, Minggu (06/03/16).

Selama ini, lanjut Bob muslim Derajat, pihaknya bekerjasama dengan warga setempat berjibaku menyelamatkan pasien DBD dengan memberikan pertolongan pertama dari tim medis LSM. Para relawan dari LSM ini juga membantu pasien untuk dirujuk ke beberapa rumah sakit (RS) untuk mendapatkan perawatan secara intensif, serta melakukan fogging yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa.

Sedangkan hingga hari ini, AYM  maupun Pemerintah Kecamatan Cileungsi belum terlihat batang hidungnya sama sekali dalam menyelamatkan bahkan hanya untuk sekedar mendata pasien penderita DBD dan yang meninggal dunia disetiap desa yang ada di Kecamatan Cileungsi.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Laskar Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Cileungsi Ustaz Anwar kepada heibogor.com, ia mempertanyakan kinerja serta peran AYM  selama ini, terutama dalam menanggulangi masalah kemaksiatan yang semakin menjamur diwilayah timur Kabupaten Bogor ini.

“Peran serta Camat Cileungsi Ade Yana Mulayana dalam memberantas kemaksiatan di Kecamatan Cileungsi sama sekali tidak ada. Saya belum pernah mendengar adanya razia sejak dipimpin oleh AYM. Padahal prostitusi semakin marak diwilayah kami ini, sampai ke pelosok-pelosok desa. Saya masih ingat salah satu program Bupati saat di pimpin Rahmat Yasin yakni program nongol babat (NOBAT), dan sekarang sepertinya sudah diganti jadi nongol bayar (NOBAY),” kata Ustaz Anwar.

Begitu juga yang diungkapkan oleh penasehat DPP LSM Rambo Timur Sulasmo, pihaknya menilai infrastruktur jalan raya yang ada di Kecamatan Cileungsi saat ini banyak mengalami kerusakan parah, dan ini semestinya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kecamatan.

Menurut Sulasmo, kelayakan jalan raya merupakan hal utama dalam perputaran ekonomi dan penunjang transportasi masyarakat setempat. Beberapa jalan rusak di Kecamatan Cileungsi adalah Jalan Camat Enjan, Jalan Desa mampir, Jalan Samik di Desa Mampir, Jalan Raya Rawa Hingkit di Desa Pasir Angin, Jalan Cipenjo dan beberapa ruas jalan lainya.

Akhirnya, dalam pertemuan yang dilakukan Ormas dan LSM se Bogor Timur dalam membahas permasalahan Kecamatan Cileungsi di Kantor Desa Limusnunggal, telah tercetuskan kesepakatan bersama mendesak Bupati Bogor Nurhayanti untuk segera memutasikan AYM dari jabatannya sebagai Camat Cileungsi.

Ketua LSM 1 Suara Timur Alhafis Rana mengatakan kepada heibogor.com, pihaknya menilai Bupati Bogor Nurhayati saja mau terjun langsung dan blusukan ke kelapangan melalui program Boling. “Kenapa selama dua tahun ini, AYM tidak bersedia melakukan hal serupa, lalu apa yang ia kerjakan selama menjabat sebagai Camat Cileungsi,” ujarnya.

Karena itu, cukup beralasan bagi Bupati Bogor Nurhayati untuk memutasi AYM, demi kemajuan masyarakat Cileungsi. “Karena seorang camat yang mau bekerja keraslah yang dibutuhkan warga di Kecamatan Cileungsi ini, bukan malah camat yang hanya menumpang hidup dari jabatanya saja tanpa ada yang dikerjakan,” singgung Alhafis Rana.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.