Pesta Rakyat Pemersatu Budaya

0 550

Heibogor.com – Tahun baru China atau yang lebih sering dikenal dengan Perayaan Imlek atau Cap Go Meh (CGM), menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat diseluruh dunia, khususnya bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Tahun Baru China ke 2567 berdasarkan penanggalan Tionghoa ini, selalu dirayakan dengan penuh suka cita. Ribuan vihara dan klenteng diseluruh mancanegara, berbondong-bondong untuk menghias dan mempercantik penampilan vihara agar terlihat lebih menarik dan meriah.

Warna merah menjadi warna yang mendominasi, menjelang tahun baru China. Mulai dari pendekoran ruangan, hingga baju yang dikenakan. Seperti yang terlihat dibeberapa Vihara, yang ada di Kota maupun Kabupaten Bogor ini misalnya. Vihara Dhanagun, Vihara Dharma Bhakti dan Klenteng Han Tang Kong berlomba-lomba memberikan yang terbaik dengan mendekor vihara, serta klenteng menggunakan ratusan lampion dan lilin dengan berbagai macam ukuran.

Tak hanya itu vihara dan klenteng ini juga memberikan suguhan hiburan serta arak-arakkan, yang membuat Perayaan Cap Go Meh tahun 2016 ini sayang jika terlewatkan. Meski diguyur hujan deras, Puncak Perayaan Cap Go Meh 2016 di Klenteng Han Tan Kong dan Vihara Dharma Bhakti Cileungsi, yang berada di Jalan Pasar Lama, Cileungsi RT 01 RW 01 Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor tetap berlangsung meriah dan dipadati dengan ratusan orang lokal maupun di luar wilayah Cileungsi.

Di Cileungsi, hujan pun turun di Vihara Dhanagun yang menjadi pusat Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor pada tahun ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Perayaan Cap Go Meh tidak lagi melintasi Tugu Kujang. Namun hanya dipusatkan di depan Vihara Dhanagun, Jalan Suryakencana hingga Jalan Siliwangi, Kota Bogor. Selain perubahan lintasan, acara yang dipersembangkan pun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Beragam seni budaya dan kesenian seperti wayang hihid, street line dance, sepeda ontel, boboko logor, lengseran, ogoh-ogoh, cosplay, mobil shio, liong dan barongsai yang akan menghibur warga dengan mengusung tema Ajang Pemersatu Bangsa dalam acara Cap Go Meh (CGM) Street Fest 2016 kali ini. Ketua Pelaksana Tim Kerja Pesta Rakyat CGM 2016 Arifin Himawan mengatakan, pesta rakyat tahun ini turut dimeriahkan oleh tim kesenian dan prosesi kebudayaan dari daerah-daerah di Indonesia, termasuk pada pelaksanaan tim kerja pria yang mengenakan baju kampret atau baju khas daerah Sunda.

Hal ini bertujuan untuk memperkaya keberagaman yang ada di Bumi Tegar Beriman. “Ini sebagai pertanda, bahwa masyarakat Bogor yang beragam dapat hidup berdampingan dan selaras, serta selalu menghargai pluralisme. Sesuai dengan visi dan misi sebagai ajang pemersatu bangsa, pesta rakyat Cap Go Meh tahun ini tak hanya tim ritual yang ikut helaran, tetapi juga melibatkan berbagai komunitas seni dan kebudayaan,” paparnya.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung pesta rakyat ini. “Yang lebih membuat saya kagum adalah dana yang digunakan berasal dari swadaya masyarakat,” pungkasnya. Acara yang digadang-gadang sebagai ajang pemersatu bangsa ini, sudah menimbulkan kemacetan arus lalu lintas sejak pukul 10.15 WIB, Senin (22/02/16) di Jalan Suryakencana.

Sedangkan acara Cap Go Meh sendiri, dimulai pada pukul 14.00 WIB. Sedikitnya sebanyak 100.000 pengunjung, bertumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan acara tersebut. Namun ditengah-tengah keramaian tersebut, kerap kali terjadi aksi-aksi kejahatan kriminalitas seperti aksi pencopetan. Untuk menjamin keamanan saat acara berlangsung, maka aparat Kepolisian pun disiagakan.

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Hendrawan A Nugraha mengatakan, “Kami menurunkan jumlah personil secara opsional. Kami yakin bisa mengantisipasi aksi kriminal saat acara berlangsung,” kata Hendrawan kepada heibogor.com, Senin (22/02/16) di Jalan Suryakencana, Kota Bogor. Sementara Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra Rahmawan mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas dan penumpukan kendaraan diruas jalan utama Kota Bogor, pihaknya telah memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan melakukan pengalihan jalur ataurute bagi kendaraan pribadi, termasuk pengalihan rute angkutan kota (angkot).

Meski ini merupakan acara yabg digelar sebagai pesta rakyat, namun ternyata tak seratus persen mendapatkan dukungan dari semua pihak. Cap Go Meh dirasa masih saja menimbulkan dampak sosial, untuk sebagian kalangan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Perayaan Cap Go Meh dapat menyebabkan kemacetan. Hal ini tentu merugikan, serta menganggu sebagian orang untuk beraktivitas. Banyak pengguna jalan yang mengeluh, selain para pengemudi angkot yang rute lintasannya ditutup dan terpaksa harus menggunakan alternatif jalan lain.

Tak heran jika para pengguna jalan, merasa terganggu dengan Perayaan Cap Go Meh ini. Sorotan tajam dilayangkan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor, pihaknya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera melakukan evaluasi kegiatan Cap Go Meh (CGM). Ketua GP Ansor Kota Bogor Rachmat Imron Hidayat mengatakan, seharusnya Perayaan Cap Go Meh dilakukan di hari libur, agar tidak mengganggu warga Kota Bogor yang melakukan aktivitas kerja.

Menurutnya Pemkot Bogor juga harus berbuat adil, bukan hanya perayaan Cap Go Meh saja yang difasilitasi oleh Pemkot Bogor, tetapi perayaan acara akbar lainnya juga harus diperlakukan sama agar dapat terciptanya keseragaman dan kesesuaian. Untuk lokasi perayaan, lanjut Rommy, “Diharuskan steril dari berbagai aktivitas warga, sehingga tidak mengganggu jalannya acara. Kita berharap agar kedepannya tempat untuk perayaan yang mendatangkan banyak orang ini di lokalisir ke suatu tempat, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga Kota Bogor lainnya,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan oleh sopir angkot 02 Jenal kepada heibogor.com, “Dirinya sangat menyayangkan pemberlakuan rekayasa lalu lintas, hingga penutupan jalan selama berlangsungnya acara Cap Go Meh. “Nggak usahlah berlebihan kayak gitu, cuma bikin susah saja. Mending kita-kita ini dikasih kompensasi sama mereka. Kalau tokeh (juragan) kan mana mau mengerti jika setoran berkurang. Tahunya ya kita naik cari sewa (penumpang), pasti dapat duit,” ujarnya lirih.

Jenal berharap, kedepannya Perayaan Cap Go Meh dapat melibatkan para pengemudi angkot. Terutama yang trayeknya terkena dampak penutupan, untuk diajak duduk bersama dalam mencari solusi terbaik agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.