Bogor Waspada Teroris

0 328

Heibogor.com – Tragedi ledakan bom yang terjadi Kamis (14/01/16) lalu di Kawasan Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat tentunya sangat memberikan duka yang cukup mendalam untuk negeri ini, terutama untuk para keluarga korban.

Salah satu pelaku bom Thamrin, Sunakim alias Afif, pria bertopi yang memegang senjata api dan ransel tersebut merupakan satu di antara lima pelaku peledakan bom, dan penembakan membabi buta yang diduga dilakukan oleh simpatisan ISIS.

Berdasarkan laporan Kepala Desa Tamansari Gumilar Suteja, yang mendapat laporan dari ketua RT setempat mengatakan, jika foto terduga teoris bom Thamrin, yang tertangkap kamera fotografer tempo mirip dengan seseorang yang baru mengontrak di wilayahnya.

Untuk menindaklanjuti atas laporan tersebut, tim Gegana Unit Jibom Sat Brimob Polda Jabar bersama Polres Bogor, melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Afif di Kampung Sukamanah RT 02 RW 04, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/01/16).

Menurut salah seorang warga Andi (34) yang menyaksikan penggerebekan di rumah kontrakan pelaku bom tersebut mengatakan, tim penjinak bom (jibom) membawa sebuah karung dan cermin dari rumah kontrakan Afif.

“Penggerebekan berlangsung dari sejak pukul 09.30 sampai pukul 10.45 WIB. Tim Jibom membawa beberapa barung bukti, yang dimasukan dalam sebuah karung dan sebuah cermin yang kedapatan tertempel sebuah stiker diduga berlambang ISIS,” kata Andi di lokasi.

Andi menambahkan, Afif mengontrak bersama istrinya Ita Yuniar dan anaknya. Pelaku yang baru empat hari mengontrak di wilayahnya tersebut terkenal dengan pribadi yang tertutup, dan istrinya pun tak pernah bertegur sapa dengan tetangga sekitar.

Dugaan identitas Afif ini semakin diperkuat dengan pengakuan Muhammad Jibriel Abdul Rahman, yang dikutip dari BeritaSatu.com, Sabtu (16/01/16) mengatakan, dirinya sangat yakin jika salah satu pelaku peledakan bom Thamrin tersebut adalah Afif.

“Setelah saya melihat dari fotonya, saya semakin yakin bahwa itu Afif. Afif dan saya pernah sama-sama mondok di Lapas Cipinang. Tak banyak perubah dari Afif, hanya saja saat ini ia sedikit lebih gemuk dan jenggotnya yang tipis dicukur rapi. Dia adalah anak didik Amman Abdurrahman,” jelasnya. Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari aparat kepolisian.

Sementara itu satu orang korban luka-luka bernama Meissy Sabardiah, dua orang meninggal dunia bernama M Nurman dan Rais Karna merupakan warga asal Bogor, yang menjadi korban ledakan bom Thamrin. Informasi ini juga dibenarkan berdasarkan keterangan dari Kapolsek Bojonggede, Kompol I Kethut A, Kamis (14/01/16) malam, terkait dengan warga diwilayah hukumnya yang menjadi korban bom Thamrin.

Rais Karna (38) salah satu korban meninggal dunia, merupakan seorang karyawan yang bekerja sebagai Office Boy (OB) di sebuah Bank (Bangkok Bank). Pria ini tinggal di Kampung Plered RT 03 RW 12 Desa Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Menurut keterangan Rahmat (35) adik korban mengatakan kepada heibogor.com, Minggu (17/01/16), kakaknya meninggal dunia tadi malam setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Abdi Waluyo Jakarta, selama 3 hari akibat terkena serpihan bom.

Setibanya jenazah Rais di rumah orangtuanya, suasana duka menyelimuti seluruh anggota keluarganya. Bahkan adik almarhum, Rahmat (35) jatuh lemas karena tak kuasa menahan duka, begitu juga ibu korban, Neneng (60) yang pingsan saat jenazah putranya dimasukan ke liang lahat. Di akhir pemakaman pun adik almarhum Rais lainnya, Eva pingsan dan harus dibopong oleh sejumlah warga yang ikut membantu proses pemakaman.

Rais meninggalkan seorang istri bernama Laili Herlina (41) dan dua orang anaknya yakni Siti Ataya Ramadani (5) dan Kiono Abdulian Parosa (3). Menurut Herlina dengan nada sedih dan suara terbata-bata mengatakan kepada heibogor.com, kepergian suaminya tersebut membuatnya begitu terpukul dan sulit menerima takdir.

Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itu adalah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi keluarga Rais saat ini. Pasalnya sang istri dan dua orang anaknya, diusir dari rumah kontrakannya di Kampung Plered, Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor, Senin (18/01/16) kemarin.

Menurut keterangan Joko (30) salah satu tetangga Rais mengatakan, istri Rais dan anak-anaknya pindah ke rumah ibunya setelah diusir oleh pemilik kontrakan. Diusirnya keluarga Rais, bukan dikarenakan keterlibatannya dengan jaringan teroris bom Thamrin kemarin.

Keterangan ini semakin diperkuat berdasarkan keterangan dari Rizal (30), yang juga merupakan tetangga dari Rais mengatakan, “Mereka diusir karena sering telat, bahkan tidak membayar uang kontrakan kepada pemilik rumah,” jelasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.