Macet Bikin Gereget

0 472

Heibogor.com – Kemacetan sering menjadi salah satu hal, yang banyak dikeluhkan warga di Kota Bogor, bahkan macet menjadi persoalan utama di Kota Hujan ini. Biasanya pada saat libur tiba, Bogor banyak dikunjungi oleh warga yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan turis-turis mancanegara.

Setiap akhir pekan atau menjelang libur panjang, kemacetan sudah menjadi pemandangan yang tak aksi lagi untuk disaksikan dan sulit untuk dihindari.

Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan, sejumlah titik kemacetan di Kota Bogor biasanya terjadi di seputaran Kebun Raya Bogor (KRB), Jalan Pajajaran, Jembatan Merah, Jalan Sholeh Iskandar serta Jalan Pahlawan.

Penyebab kemacetan sendiri beragam, mulai dari keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL), Angkutan Umum (angkot) yang mengetem di sembarangan tempat, parkir liar, padatnya arus lalu lintas, penyempitan jalan, pusat keramaian, hingga kurang tegasnya polisi atau petugas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), terhadap para pelanggar rambu-rambu lalu lintas.

Terkadang hal inilah yang kerap menuai kritikan keras dari masyarakat, untuk Pemerintah Kota (Pemkot), agar bertanggung jawab dalam memecahkan masalah atas kemacetan yang terjadi. Selain itu, penyempitan jalan juga menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Bogor.

Seperti pengerjaan Lawang Suryakencana, tepatnya di depan Pasar Bogor yang dikeluhkan oleh sejumlah pengguna jalan yang melintas. Pasalnya pembangunan tersebut telah mempersempit badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

Kemacetan pun semakin bertambah saat akhir pekan, dengan tidak disiplinnya para pengendara umum maupun pribadi, untuk mencari cela agar terlepas dari kemacetan dengan saling berebut jalan. Menurut kabar yang beredar, proyek yang berasal dari anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PERA) ini bernilai kontrak sebesar Rp 3,5 miliar sebagai upaya untuk mempertahankan kawasan heritage.

Selain penyempitan jalan, Kawasan Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor juga menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Kota Bogor. Tidak hanya pada musim libur, dihari-hari biasa pun kemacetan menjadi pemandangan yang sangat menjengkelkan di jalur ini.

Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat sudah terlihat menumpuk dari Jembatan Merah, hingga lampu merah SMAN 1 Bogor. Masih banyaknya angkot yang berhenti di sembarang tempat, membuat kendaraan di belakangnya tidak bisa bergerak.

Ditambah lagi dengan banyaknya tukang ojek yang mangkal. Keberadaan shelter bus Trans Pakuan di Paledang dan shelter di depan kantor DPRD menambah kemacetan, pasalnya shelter dimanfaatkan oleh angkot yang mengetem sembarangan. Selain itu banyaknya calon penumpang kereta yang menuju Jakarta, maupun ke arah Bogor, membuat kawasan Jalan Kapten Muslihat menjadi kawasan tersibuk di Kota Bogor.

Salah satu pengendara sepeda motor yang sering melintas di Jalan Kapten Muslihat Hendara mengatakan, “Antrean orang di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Paledang salah satu penyebab kemacetan. Mereka turun dari angkot di bawah JPO, hingga terjadi antrian kendaraan di belakangnya,” katanya.

Ia berharap Pemkot Bogor dapat segera menata kawasan ini, sehingga kemacetan bisa berubah menjadi kenyamanan, baik bagi pengendara maupun pejalan kaki. Saat ini Pemerintah Kota Bogor telah melakukan berbagai cara, untuk mengurangi kemacetan yang masih saja terjadi di Kota Bogor.

Salah satu solusi yang direncanakan Pemkot Bogor yakni, dengan membuat peraturan one way atau jalur satu arah di lingkar Kebun Raya Bogor (KRB). Dimana nantinya akan diikuti dengan fasilitas parkir di sepanjang jalan tersebut, sehingga tidak ada lagi parkir liar yang memakan badan jalan.

Kepala Seksi (Kasi) Perparkiran Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Rudi Partawijaya mengatakan, nantinya setelah diberlakukan jalur satu arah di lingkar KRB, semua perparkiran di jalur kiri atau di depan Kantor Pos Bogor, akan dipindahkan ke sebelah kanan sesuai dengan arah jam yang ditetapkan oleh Pemkot.

“Semua parkir yang di kiri jalan akan dipindahkan ke sebelah kanan, sesuai dengan kemauan Pemkot yang akan mengarahkan ke jalur searah jarum jam. Jadi semua parkir liar di kiri jalan atau depan KRB, sudah tidak ada lagi,” kata Rudi.

Ia kembali menambahkan, untuk konsep parkiran di lingkar KRB sendiri belum ditentukan secara pasti, dikarenakan masih menunggu masukan dari berbagai kalangan. Tetapi Rudi bisa menjamin, jika alur satu arah tersebut bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di depan Istana Bogor hingga Pasar Bogor.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.