Ramai-ramai Kampanyekan Anti Radikalisme di Medsos

0 243

Heibogor.com – Aliran radikalisme, kini sudah menyeruak ke berbagai lini salah satunya ke media sosial. Untuk itu, para pengguna media sosial diharapkan bijak dalam menggunakannya agar tidak terjebak dalam kesesatan.

Ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, media sosial kini mulai merekrut kader-kadernya lewat medsos seperti Facebook, Twitter dan lain-lain. Mereka berkomunikasi secara personal kepada seseorang agar mau bergabung dengan alirannya.

“Bahkan ISIS dalam merekrut anggotanya, menggunakan media sosial. Website-website mereka lebih aktif, mereka lebih personal,” ucap Dahnil, dalam diskusi Menghadapi Radikalisme dan Memperjuangkan Kepentingan Nasional di Media Sosial, yang diselenggarakan di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Pajajaran, Bogor Timur, Senin (21/12/15).

Bahkan Dahnil sempat menyinggung website-website ormas Islam yang kalah aktifnya dengan website aliran radikalisme. Menurut Dahnil tokoh-tokoh agama harusnya sekarang mulai melek teknologi untuk mencegah aliran radikal.

Senada dengan Dahnil, Wali Kota Bogor Bima Arya juga meminta para pengguna medsos bersikap bijak. Bima yang mewakili jajaran pemerintah berjanji dirinya dan jajarannya akan terus gencar mengkampanyekan kebersamaan dan persatuan di media sosial.

“Kita aktualisasiskan keberagaman di sosial media. Kita harus berikan banyak pesan, kita bangun benteng yang kuat dan kokoh serta ini perlu dukungan dari para tokoh,” ujar Bima.

Bima menyampaikan, seharusnya warga tidak terpancing dengan isu-isu sensisitf di media sosial yang kebenarannya masih diragukan. “Jangan terpancing dengan isu-isu enggak penting, PR Kota Bogor itu masih banyak,” ucap Bima di kesempatan yang sama.

Bima mengajak masyarakat Bogor tetap bersatu meski dalam keberagaman, melalui diskusi dan komunikasi. Dirinya mengatakan, ada dua hal, terkait Isu keberagaman dan persatuan, masyarakat harus tetap bersatu jangan terpengaruhi isu-isu tidak jelas yang bisa memecah belah.

“Kota Bogor ini harus terus bersatu tidak boleh terpecah oleh isu-isu yang bisa mengguras energi karena PR nya masih banyak, Pemkot punya komitmen bersama seluruh masyarakat,” kata Bima

Diakuinya, Pemkot harus mengelola keberagaman dengan sosialisasi melalui sosial media (sosmed), menurutnya media memiliki dua sisi yang berbeda. “Disatu sisi sosial media adalah dunia yang sangat egaliter, anonim yang sangat liar, seperti akun-akun anonim yang bisa memberikan dampak yang tidak baik, tapi di sisi lain media bisa memberikan edukasi,” jelasnya.

Untuk mencegah dampak negatif dari sosial media, kata Bima, harus dijalin komunikasi yang baik melalui diakusi dan sebagainya untuk memberikan edukasi. Dan untuk tetap menjaga persatuan, memerlukan tokoh yang memiliki komitmen yang mampu memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat.

“Dialog dan komunikasi itu penting, semua elemen memiliki cara yang kuat untuk menangani radikalisme, kita harus membangun pindasi yang kokoh dan kuat, salah satunya dengan berdialog dan menjalin komitmen untuk mencegah lahirnya bibit-bibit radikalisme,” ujar orang nomor satu di Kota Hujan tersebut.

Tokoh NU, Salahuddin Wahid, juga berbicara hal yang sama. Dia mengimbau agar media sosial jangan disampaikan sarana penebar kebencian. Pria yang akrab disapa Gus Solah ini meminta kepada pengguna agar selalu menggunakan bahasa yang baik dan santun.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.