Kisah Dulman, Nyawa Melayang Saat Padamkan Kebakaran Hutan

0 337

Heibogor.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pertama kalinya memberikan santunan kepada polisi hutan bernama Dulman Effendi yang tewas dalam bertugas memadamkan api di Wilayah Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi, Jumat (11/09/15) lalu.

Almarhum Dulman sendiri bertugas sebagai polisi hutan wilayah Sukabumi sejak 30 tahun lalu, ia tewas ketika memadamkan kebakaran hutan. Dulman tak bertahan karena tak kuat menghirup asap kebakaran.

Atik Sartika istri Dulman mengatakan tidak ada firasat ketika kejadian, bahkan sebelum almarhum tewas ia sempat berkomunikasi lewat handphone dan berjanji selesai tugas akan pulang.

“Saya tidak menyangka kepulangan almarhum bukan ke rumah tapi ke hadirat illahi, bahkan sebelumnya ia berjanji akan pulang ketika melakukan komunikasi terakhir. Lalu tiba-tiba pada pukul 14.00 WIB ada kabar dari temannya bapak sudah tidak ada,” ucapnya lirih kepada heibogor.com, Sabtu (24/10/15) saat penyerahan asuransi di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan kepada anak-anaknya, almarhum selalu berpesan agar rajin belajar, tidak meninggalkan sholat dan rajin mengaji.

“Almarhum bapak sosok yang baik, perhatian kepada tiga anaknya dan sangat bertanggung jawab baik kepada tugas ataupun keluarga,” tambahnya.

Sementera, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Ari Wibawanto yang juga merupakan atasan almarhum merasa bersalah atas meninggalnya Dulman karena pada saat kejadian ia sempat memerintahkan anak buahnya  yang bertugas sebagai Kepala Resort VI Cikepuh agar tetap bertugas memadamkan api.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada instusi dan keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya, pagi hari ia sempat ingin pulang, namun karena ada kebakaran pada pukul 10.00 di lima titik yang berbeda, maka almarhum bersama teman-teman lainnya saya tidak perbolehkan pulang untuk memadamkan api,” jelasnya.

Ari pun menjelaskan anak buahnya sempat berhenti memadamkan api ketika masuk waktu salat Jumat, namun selesai salat mereka pun melanjutkan kembali tugasnya.

“Tim kerja keras memadamkan api, namun nahas Pak Dulman meninggal karena terlalu banyak menghirup asap kebakaran. Timpun langsung mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat namun nyawanya tidak tertolong. Saya sangat merasa bersalah karena pada saat kejadian saya sedang ada tugas ke kantor kepolisian,” sesal Ari.

Dimata Ari, sosok Dulman merupakan pribadi yang tangguh, berprestasi dan berdedikasi tinggi membuat kehilangan tidak hanya BKSDA Jawa Barat, tetapi juga Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Ari mengatakan titik api di Cikepuh mulai terlihat awal Agustus. Saat itu lahan yang terbakar seluas 52 hektare. Namun dari hari ke hari, api terus meluas hingga wilayah yang terbakar mencapai 337,4 hektare.

Kebakaran makin parah karena musim kemarau diprediksi baru akan berakhir Desember. Selain itu, di sekitar lokasi kebakaran saat ini dilanda angin besar sehingga menyulitkan proses pemadaman api.

“Upaya pencegahan kebakaran hutan sudah sering kami lakukan, di antaranya patroli rutin dan sosialisasi ke masyarakat meski sumber daya kami juga terbatas. Kami tetap berupaya optimal melakukan pengamanan dan penjagaan,” kata Ari.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan kemitraan Lingkungan Hadi Daryanto mengatakan sosok Dulman menjadi panutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Menteri Siti Nurbaya dengan pangkat anumerta dari polisi hutan pelaksana ke polisi hutan penyelia lanjutan. “Kami sangat kehilangan beliau yang menjadi panutan kami,” imbuhnya.

Sesuai peraturan Pemerintah No 70 tahun 2015 tentang asuransi untuk aparatur sipil dan negara melalui Taspen memberikan santunan kepada keluarga almarhum sebesar RP 322 juta lebih. “Kami mempekerjakan anak pertama almarhum sebagai pegawai honorer sebagai bukti penghormatan kami terhadap dedikasi tinggi almarhum,” pungkas Hadi.

Nyawa melayang demi menjaga hutan. Dulman Effendi, Kepala Resort Suaka Margasatwa Cikepuh, meninggal dunia karena didera kelelahan dan terlalu banyak menghirup asap kebakaran saat memadamkan api di area hutan Cikepuh, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat.

Dulman diketahui pribadi yang tegas dan disiplin. Dulman bekerja tanpa melihat waktu hingga pukul Sialnya, kebakaran lahan bertambah. Blok Pasir Perahu ikut disambangi api. Tim Dulman kembali terjun ke lokasi titik api baru itu. Namun tak lama kemudian, Dulman roboh. Pria 56 tahun itu terkulai lemas. Ia wafat saat bertugas.

Keracunan Asap

Koordinator Fungsional Polisi Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh Iwan Setiawan, rekan kerja Dulman yang turut terjun ke lokasi kebakaran lahan, mengatakan atasannya itu tak putus memantau titik api.

Jumat (11/09/15) malam, belum lama beristirahat dari memadamkan kebakaran lahan, Iwan dan Dulman menemukan api mengepung lokasi lain ketika mereka tengah berjalan kaki dari pos Cikepuh. Mereka pun kembali berjibaku dengan api.

“Kami ada delapan orang, termasuk saya dan Pak Dulman. Oleh karena banyak kepungan api, jarak antarorang sekitar 10 meter. Saat itu saya melihat Pak Dulman jatuh. Kami langsung berusaha menyelamatkan, termasuk dengan memberikan air minum,” kata Iwan.

Iwan dan rekan-rekannya mengira Dulman sekadar pingsan. Mereka bergegas kembali ke Pos Cikepuh. Tubuh Dulman digotong memakai sarung yang dibawa salah seorang petugas. Dulman kemudian dibaringkan di Puskesmas Jaringao, Cianjur. Saat itulah baru diketahui sosok berperawakan kurus itu telah meninggal dunia.

“Kata petugas medis, Pak Dulman meninggal karena mengisap asap racun dari kebakaran hutan. Dia juga kelelahan luar biasa,” ujar Iwan.

Kebakaran hutan di Suaka Margasatwa Cikepuh terjadi hampir setiap tahun. Menurut catatan BKSDA kebakaran terbanyak terjadi pada 31 Agustus sampai 11 September, dengan jumlah 23 kali kejadian

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.