Transformasi Kota Hujan Menuju Kota Sejuta Taman

0 520

Heibogor.com – Secara bertahap, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai berupaya untuk mewujudkan mimpinya merealisasikan Kota Sejuta Taman. Dalam upaya menciptakan tempat – tempat public, terutama Ruang Terbuka Hijau dan taman – taman yang nyaman untuk masyarakat, Pemkot Kota Bogor mulai membangun, menata, dan mempercantik Taman Kencana, Taman Interaksi Sempur, dan Taman Heulang.

Revitalisasi Taman Kencana

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam tahap upaya merevitalisasi Taman Kencana.  Proyek revitalisasi ini sudah dikerjakan pihak kontraktor, dan akan memakan waktu selama 120 hari kerja – terhitung mulai 31 Juli hingga 27 November 2015 mendatang. Proyek ini dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor melalui pihak ketiga CV Gilang Kencana.

Anggaran yang dikucurkan untuk merevitalisasi Taman Kencana ini sebesar Rp 2 miliar untuk luasan taman sekitar 5.600 meter. Dana sebesar itu digunakan untuk membangun dan memperbaiki serta menambah sejumlah fasilitas pendukung. Taman Kencana nantinya akan dibangun dengan ruang terbuka hijau yang bakal mendominasi sebesar 60 persen. Sementara 40 persen sisanya berupa perkerasan.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Irwan Riyanto, kini setiap pembangunan taman – taman kota dibuat dengan konsep tematik. Artinya, masing – masing taman memiliki tema dan fungsi yang berbeda – beda. ”Khusus untuk Taman Kencana ini, kami kembalikan konsepnya ke heritage dengan anggaran yang digunakan sebesar Rp 2 miliar,” jelas Irwan.

Dipilihnya konsep heritage tersebut karena sejak dahulu kawasan seputar Taman Kencana ini sudah terbentuk aksen – aksen berarsitektur kolonial Belanda yang khas. Sebagaimana beberapa bangunan gedung perkantoran maupun rumah – rumah yang terlihat di sekitar Taman Kencana.

Selanjutnya, Taman Kencana yang mempunyai luas sekitar 5.800 meter itu, akan dilengkapi dengan area bermain untuk anak, lansia, dan bagi kaum difabel (penyandang cacat). Selain itu, akan dilengkapi juga dengan track khusus untuk kaum difabel, dua kolam berikut dua air mancurnya, dan dua lokasi meeting point, serta pemasangan sebanyak 87 lampu hias dan lampu sorot, serta pelebaran area pedestrian dari yang tadinya satu meter menjadi dua meter.

Pembangunan ini dilakukan untuk menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Sejuta Taman dan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Oleh karena itu, pemerintah menghimbau supaya nanti jika Taman Kencana ini telah selesai, agar warga ikut menjaga dan merawatnya agar mereka bisa memanfaatkan taman sebagai tempat interaksi, sosialisasi, dan melakukan hal lainnya yang positif.

Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemkot Kota Bogor sudah melakukan penertiban dan pembongkaran belasan warung tenda dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor di sekitar kawasan Taman Kencana. Pemkot Kota Bogor juga menghimbau supaya para pedagang pun melakukan dialog dengan warga yang bermukim di perumahan Taman Kencana.

Walikota Bogor Bima Arya, juga sudah menemui belasan PKL yang warung tenda dan lapak – lapaknya sudah dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kedatangan Bima Arya tersebut, atas permintaan para pedagang yang ingin melakukan audiensi terkait dengan pembongkaran tempat usaha mereka yang telah puluhan tahun mengais rezeki di sana. Tempat pertemuan itu berada di seberang lokasi lapak – lapak mereka yang telah dibongkar.

”Lokasi jajanan ini dulunya juga tempat saya main waktu masih SMA dulu, saya masih ingat dengan mie ayamnya. Tapi, ini memang kawasan yang akan diatur, ditata, dan dirapikan. Apalagi kawasan Taman Kencana ini juga salah satu icon Kota Bogor,” ungkap Bima.

Menurut Bima, persoalan mendasar dari maraknya para PKL itu adalah soal kebersihan dan kemacetan. Kawasan sekitar Taman Kencana yang dipenuhi para PKL itu kini menjadi kotor, semrawut, dan kerap diwarnai kemacetan, juga adanya keluhan dari warga yang bermukim di perumahan Taman Kencana.

”Warga ini mengeluh karena sekarang pemukimannya menjadi tidak nyaman, lebih ramai, dan macet karena banyak tempat usaha di lingkungan pemukimannya. Tapi, untuk penataan kawasan ini juga kami perlu menampung aspirasi para pedagangnya juga,” jelas pemimpin 43 tahun itu.

Meski demikian, Bima memastikan bahwa usaha dan rezeki para pedagang tidak akan dihilangkan. Ia berkomitmen, agar persoalan ini harus segera diselesaikan, karena dia tidak mau melakukan pembongkaran kalau tidak menyiapkan relokasinya.

Sebagai opsi alternatif mengurai kemacetan di kawasan tersebut, Bima meminta supaya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan warga melakukan komunikasi kepada pihak Institut Pertanian Bogor (IPB). Upaya itu untuk meminta izin menggunakan halaman milik IPB sebagai area parkir kendaraan para pengunjung.

Pembangunan Taman Interaksi Sempur

Di samping melakukan revitalisasi Taman kencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga melakukan pembangunan Taman Interaksi Sempur. Taman yang berlokasi di Kelurahan Sempur, Bogor Selatan itu, kini mulai ditata. Kawasan serbaguna yang juga tempat favorit bagi warga berolahraga maupun sekedar melepas penat itu, akan lebih dipercantik lagi.

Rencana pembangunan Taman Interaksi Sempur ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti tempat duduk, vertical garden, lampu hias, dan panggung terbuka yang bisa dimanfaatkan nantinya untuk interaksi warga.

Anggaran pembangunan Taman ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor 2015. Direncanakan, luasan taman mencapai sekitar 3000 meter dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar, dan memiliki target penyelesaian pembangunan hingga bulan November.

Sejumlah warga mengaku mengapresiasi rencana pembangunan Taman Ekspresi Sempur tersebut.  Warga berharap, dengan dibangunnya Taman Ekspresi Sempur nantinya bisa menjadi kebanggaan bagi warga Kota Bogor dan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain itu, warga Bogor juga dapat berekspresi dan berinteraksi di taman tersebut.

Tentunya, dengan adanya pembangunan Taman Ekspresi Sempur ini, secara langsung maupun tidak langsung akan menambah wajah cantik wilayah Kota Bogor. Warga juga berharap agar taman tersebut bisa dimanfaatkan anak – anak muda yang selama ini tidak punya ruang untuk menyalurkan hobi mereka.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Yadi Cahyadi menegaskan, bahwa pembangunan Taman tersebut untuk lebih menegaskan identitas Kota Bogor sebagai Kota Sejuta Taman, sekaligus menambah RTH (Ruang Terbuka HIjau), memberikan banyak alternatif bagi warga dalam berolahraga, serta melepas penat dengan keluarga tercinta.

Pembangunan Taman Heulang

Sebagai upaya nyata mengimplementasikan program yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Rakyat dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), Pemkot Kota Bogor akan melakukan pembangunan Taman Heulang di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Alokasi dana untuk pembangunan Taman Heulang tersebut bakal menelan anggaran hingga mencapai Rp 5 miliar. Anggaran tersebut berasal dari bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Keciptakaryaan yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Taman Heulang secara konsep merupakan miniatur dari Kota Hijau yang telah memenuhi 8 kriteria Kota Hijau yang telah ditentukan, di mana pengerjaanya akan dilaksanakan selama 150 hari terhitung mulai dari tanggal 4 Agustus sampai 31 Desember mendatang oleh kontraktor PT. Uber Karya.

Tempat ini nantinya diharapkan bisa menjadi tempat yang nyaman bagi warga. Sarana olahraga dan arena bermain anak akan disediakan dengan lengkap sebagai lokasi berinteraksi masyarakat. Desain dari Taman Heulang nantinya akan ada nursery. Sehingga, ke depannya dapat juga digunakan sebagai lokasi edukasi bagi para pelajar.

Tak hanya dilengkapi nursery saja, tapi juga untuk mengelola sampah organik dengan menggunakan biodigester. Sudah ada pertemuan dan kesepakatan untuk kerjasama dengan Kemen – PU Pera dalam pengembangan Tempat Pembuangan Sampah Recycle,Reuse, dan Reduce (TPS 3 R), dan bank sampah.

Taman Heulang juga akan dilengkapi pengelolaan biogas untuk energi penerangan lampu. Selain itu, dibangun plaza seluas 1.500 m2, di antaranya kolam air mancur untuk sumber minum burung merpati dan kandang burung berbentuk vertical serta bird cafe, sehingga nantinya masyarakat bisa memberi makan burung di plaza tersebut. Sesuai manual pelaksanaan P2KH (Program Pengembangan Kota Hijau) 2015 taman ini juga akan dilengkapi WiFi dan panel surya khusus untuk pengisian atau charge hp gratis di taman.

Warga pun berharap agar nantinya taman ini bisa menjadi kebanggaan bagi mereka. Mereka siap mengawal mulai dari pembangunan hingga pemeliharaannya. Terkait aktivitas olahraga, mereka akan menjadwal pemakaian lapangan agar tidak ada gesekan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.