Dinkes Kota Bogor Gelar Seminar Kesehatan dan Deklarasi Peduli Kanker

0 462

eibogor.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelar kegiatan seminar kesehatan dan deklarasi peduli kanker di Ruang Rapat I Balai Kota Bogor dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-534 dan sebagai upaya untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit kanker di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kanker bukan saja menjadi masalah kesehatan, tetapi juga telah menjadi masalah ekonomi dan sosial. Berdasarkan data yang ada, sebesar 12,5 persen kematian di dunia akibat kanker terjadi di negara berkembang. Sementara di negara maju, penyakit kanker sudah berkurang karena pola hidup sehat yang diterapkan oleh masyarakatnya.

“Kematian akibat kanker banyak terjadi di negara berkembang, sedangkan komitmen memberantas kanker masih sangat lemah,” pungkas Bima kepada heibogor.com, Kamis (02/06/16).

Bima menjelaskan, bahwa sebenarnya penyebab penyakit kanker dapat dicegah dengan menjaga pola hidup yang sehat. Apalagi saat ini olahraga mulai menjadi gaya hidup di masyarakat, terutama anak muda.

“Kami harus lebih serius menghadapi penyakit kanker mulai dari anggaran, koordinasi, hingga kebijakan,” ujar Bima.

Ia kemudian menuturkan, pengobatan terhadap penyakit kanker sering kali hanya mengandalkan obat-obatan. Padahal di dunia saat ini sedang tren pengobatan kanker yang lebih mengarah ke psikologis dan spiritual dari pasien. Pasalnya, pengobatan secara spiritual dan psikologi lebih mengarah ke pikiran, perasaan, dan keyakinan pasien untuk sembuh. Selain itu, informasi tentang penyakit kanker juga harus mulai diketahui masyarakat sembari melakukan deteksi dini terhadap kanker.

“Tugas kami adalah meringankan beban warga, merapatkan barisan, merapihkan kordinasi, dan menguatkan komitmen agar permasalahan kanker menjadi lebih baik,” tegas Bima.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah mengatakan, program pencegahan dan pengendalian kanker saat ini diprioritaskan kepada kanker dengan kasus tertinggi dan yang dapat dilakukan deteksi dini. Yakni kanker leher rahim, payudara, leukemia, dan retinablastoma dengan tidak mengabaikan penyakit kanker lainnya. Pendeteksian dilakukan agar pasiaen dapat lebih cepat diobati dengan kemungkinan penyembuhan yang lebih besar. Sedangkan, screening ditujukan kepada orang yang asimptomatik (tidak bergejala).

“Kami berharap kegiatan screening kanker leher rahim bisa dilakukan di semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Bogor,” pungkas Rubaeah.

Untuk diketahui, data penderita kanker di Kota Bogor pada tahun 2015 antara lain kanker payudara 90 orang, kanker rektum 2 orang, kanker mata 1 orang, kanker kulit 3 orang, kanker paru-paru 3 orang, kanker uterus 1 orang, kanker prostat 4 orang, kanker usus besar 3 orang, kanker servik 7 orang, kanker ovarium 1 orang, kanker tulang 1 orang, tumor payudara 9 orang, tumor mata 1 orang, tumor tulang kepala belakang 1 orang, limfoma 8 orang, tumor usus besar 1 orang, tumor tiroid 1 orang, tumor abdomen 2 orang, kista ovarium 5 orang, dan tumor renal 1 orang.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.