Barongsai Karya Warga Bogor Dikenal hingga Eropa

0 614

Heibogor.com – Di Jalan Roda, Gang Anggun, Bogor Tengah, Kota Bogor, terdapat sebuah Komunitas Barongsai. Awalnya, komunitas ini adalah pemain barongsai. Karena terbiasa memperbaiki barongsai yang rusak, akhirnya komunitas yang dipimpin Lili Hambali ini menjadi perajin barongsai.

”Kita awalnya adalah sekumpulan pemain barongsai. Namun, karena sering membetulkan barongsai yang rusak, akhirnya kita bisa memproduksi sendiri dan menjual barongsai. Kegiatan ini kita sudah lakukan sejak 10 tahun lalu,” cerita Lili Hambali, Ketua Perajin Barongsai kepada heibogor.com, Minggu (07/09/14).

Sebagai perajin barongsai, Lili dibantu oleh enam orang pekerja lainnya, yang masing – masing memegang bagian yang berbeda – beda. Mulai membuat kepala barongsai, pembuatan rangka, penempelan stiker, dan penjahitan kostum barongsai.

Bahan – bahan yang diperlukan untuk membuat barongsai ini di antaranya adalah rotan untuk kerangka, kain, kertas, hologram, dan stiker, serta bulu domba untuk bagian bulu barongsai.

Pengerjaan barongsai, lanjut Lili, sudah tersedia ukuran standarnya. Ukuran barongsai dibagi menjadi dua; ukuran dewasa (no.1) dan ukuran anak SD (no.6). Diperlukan waktu sekitar satu minggu hingga sepuluh hari untuk menyelesaikan satu buah barongsai.

Lili menuturkan, pesanan barongsai akan meningkat pada satu bulan menjelang Hari Raya Imlek. Tidak hanya dari etnis Tionghoa dalam negeri saja yang meminati hasil karya Lili dan kawan – kawan, tapi juga dari berbagai negara lain.

Warga Arab Saudi dan Jerman, di antara negara yang meminati barongsai karya dari Kota Hujan ini. Apalagi, barongsai sekarang bukan hanya untuk perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Gomeh. Namun, sudah menjadi cabang olahraga dan pentas seni untuk acara seremonial.

”Kita memproduksi dua macam barongsai, yaitu hoksan (bebek) dan pusan (kucing). Barongsai kita jual dengan harga sekitar 4 juta rupiah/set dan 7 juta rupiah/set,” pungkas Lili.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.