Tujuh Desa Tak Miliki MCK Komunal Akibat Terkendala Lahan

0 301

Heibogor.com –  Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuat fasilitas umum Mandi Cuci Kakus (MCK) di beberapa desa di Kabupaten Bogor, tak dibarengi dengan fasilitas lahan yang tersedia.

Sedikitnya 7 desa yang menjadi target pembuatan MCK komunal tak memiliki lahan yang tersedia untuk pembangunannnya. Lantaran warga maupun pemerintah desa setempat pun tidak memberikan lahan.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor, Subaweh, dari 27 desa, 20 desa diantaranya sudah menyediakan lahan dan tujuh desa lainnya belum.

“Saya tidak hapal desanya, cuma hapal nama kecamatannya aja yaitu di Kecamatan Tenjo dan Cigombong,” kata Subaweh kepada heibogor.com, Senin (31/08/15).

Subaweh menambahkan proses pembangunan MCK komunal ini baru dimulai setelah ditentukan kontraktor pemenang lelang. Dari 20 desa, 13 proyek di 13 desa sudah selesai dilelang dan tujuh desa menyusul dilelang karena masih harus membereskan status lahannya.

“Kami menginginkan tanah tersebut diserahkan dalam bentuk wakaf. Kalau  tujuh desa sudah menyediakan lahan, maka  secepatnya akan dilelang dengan harapan akhir tahun selesai. Kalau tidak sempat, maka tidak akan diikut sertakan dalam lelang dan  tidak terealisasi,” paparnya.

Keterlambatan proses lelang merupakan buntut dari petunjuk pelaksanaan penggunaan anggaran yang telat datang dari Pemprov Jabar. “Telat, petunjuk pelalsanaannya saja  baru turun 30 Juli lalu ” tuturnya.

Sementara itu Kabid Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan, Dinkes, dokter Kusnadi menyatakan dinasnya bersama DKP terus menyosialisasikan betapa pentingnya memiliki sistem sanitasi lingkungan dengan kepemilikan MCK agar tidak membuang air besar sembarangan.

“Dinkes dan DKP sudah sosialisasi bahwa buang air besar sembarangan dan bisa menimbulkan penyakit diare, hepatitis A, kolera dan penyakit kulit, tetapi di lapangan pembangunan MCK komunal ini terkendala tidak adanya lahan,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.