Rekayasa Lalin di Jalan Pajajaran, Upaya Pemkot Urai Kemacetan

0 231

Heibogor.com – Transportasi yang terintegrasi di sebuah kota menjadi suatu keniscayaan, hal itu menjadi barometer apakah bisa dikatakan baik atau tidak daerah atau kota tersebut dalam menunjang segala aktivitas publik dan iklim ekonominya.

Tak pelak, isu kemacetan dan integrasi transportasi publik merupakan domain pembahasan pertama dan utama, tak terkecuali di Kota Bogor.

Di kota berpenduduk tak kurang dari satu juta jiwa ini, melalui kepemimpinan Bima Arya – Usmar Hariman, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, mengurai kemacetan menjadi bagian dari skala prioritas perencanaan menuju Kota Bogor yang nyaman, asri, dan bersahabat.

Terkait realisasi penggunaan jalur alternatif bagi kendaraan roda dua dari arah Cibinong, Kabupaten Bogor yang melintasi Jalan Pajajaran, menurut Usmar, merupakan optimalisasi dari fungsi utama R3.

Jalur sepanjang 10,6 km tersebut untuk mengurangi beban Jalan Pajajaran yang saat ini dinilai sudah cukup padat, terutama pada pagi hari.

Usmar menambahkan, program ini merupakan alternatif dalam mengurai kemacetan, setidaknya untuk mengalihkan kendaraan roda dua dari wilayah Kabupaten Bogor menuju Cibinong.

Sebagai gambaran, bobot kendaran roda dua yang melintasi daerah tersebut, memiliki rasio 6-8 /10 kendaraan motor pada jam – jam tertentu.

”Kendaran tonase besar juga dapat dialihkan masuk Wangun ke Jambu Dua atau sebaliknya. Ini kaitan dengan wacana yang berkembang. Kaitan dengan kendaraan lainnya berjalan normal. Kata Usmar, Senin (15/12/14).

Anggapan bahwa wacana ini sebagai bentuk pelarangan bagi sepeda motor melintasi Jalan Pajajaran, Usmar membantah dengan tegas. Ia menegaskan, pihaknya hanya memberikan alternatif lalu lintas bagi kendaraan roda dua, bukan melarangnya.

”Jadi bukan melarang, tapi alternatif bagi kendaraan dari Kabupaten Bogor (yang) akan menuju Cibinong – yang tidak lewat tol,” lanjut politisi Partai Demokrat ini.

Selain itu, sambung ia, alternatif jalur dari bilangan Warung Jambu hingga Wangun, Tajur, Bogor Timur ini, setidaknya juga membuka akses baru bagi dua kecamatan yang selama ini terkesan terisolir, yakni Bogor Utara dan Bogor Timur.

Nantinya, pengalihan jalur alternatif bagi kendaraan roda dua, lanjut Usmar, juga akan diimbangi dengan penataan angkutan massal (Trans Pakuan), spot parkir, dan pemanfaatan pusat-pusat keramaian.

”Menyiapkan spot – spot parkir bersama dengan memanfaatkan pusat – pusat keramaian dan menyatukan parkir antara satu ruko dengan ruko lainnya,” imbuhnya.

Secara umum, Usmar menambahkan, rekayasa lau lintas nantinya, justeru akan semakin menghidupkan dan memberikan implikasi positif dari beberapa lini. Tak hanya transportasi, melainkan juga roda ekonomi warga ikut terkerek naik.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.