Waspada Upload Foto Anak di Internet

0 291

Heibogor.com – Pedophilia atau gangguan kejiwaan orang dewasa yang menyukai anak kecil ini memang belum terlalu ditanggapi serius di Indonesia. Bahkan masih banyak masyarakat menganggap pedophilia ini bukanlah suatu hal yang di anggap angin lalu.

Di Indonesia sendiri, tidak sedikit kasus pedophilia terjadi. Namun pada kenyataannya, para pelaku penyuka anak kecil ini mempunyai banyak cara yang tidak diketahui masyarakat. Misalkan saja seperti yang baru ini terungkap adalah dengan metode kontes untuk anak kecil.

Kontes ini biasa diadakan di media sosial. Kontes yang biasanya meminta para orang tua untuk mengunduh foto bayi atau balita yang menggunakan minim busana. Dengan dalih  terlihat lucu dan alasan lainnya, serta hadiah yang tersedia juga membuat para ibu tidak berfikir dua kali untuk mengikuti kontes ini.

Para orang tua yang masih minim pengetahuan tentang hal ini memang masih menganggap hal seperti pedophilia ini tidak ada. Padahal, dengan ribuan foto anak kecil yang minim busana ini membuat pelaku terpenuhi hasrat menyimpangnya.

“Pernah beberapa kali mau ikutan tapi karena orang tua ga bolehin ya jadi engak ikutan. Dulu juga sering pasang foto anak untuk header twitter atau ava twitter sekarang enggak pernah, serem juga dengan kasus pedofil yang udah segitunya di indonesia,” kata seorang ibu muda Reyzitha Patrizia kepada heibogor.com, Senin (2/3/2015).

Semakin berkembangnya teknologi namun minimnya pengetahuan para orang tua tentang informasi hal ini. Membuat masayarakat khawatir dengan penyebaran dan banyaknya korban pedhopilia, karena tidak sedikit pula orang tua yang mulai cemas karena mengetahui informasi tentang ini.

Mereka yang sudah terlanjur mengunduh foto anaknya untuk mengikuti kontes, semakin ketat menjaga anak mereka. Pasalnya, mengikuti kontes ini harus register yang berarti mereka harus menyertakan alamat rumah. Ini yang membuat kekhawatiran para ibu semakin meningkat. Mereka khawatir para pedhopilia ini tertarik dengan anaknya dan melakukan sesuatu yang menyimpang.

Tidak hanya melalui kontes saja, tanpa kontes pun biasanya para orang tua muda mengunduh kegiatan anak mereka di media sosial. Ini juga menjadi sasaran empuk untuk para pedophilia.

“Kini bahaya yang mengancam anak anak bukan hanya masalah penculikan saja tapi masalah seksual kaya gini juga sudah mengintai mereka sejak kecil. Jadi jangan lepas pengawasan deh kalo aku rasa kalo anak ga mau kenapa-kenapa, karena sekali saja mereka jadi korban itu bakal jadi trauma sepanjang hidup mereka,” tutup Reyzitha.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.