UMK Diputuskan, Dinsosnakertrans Kaji Upah Sektoral

0 310

Heibogor.com – Meskipun Gubernur Jawa Barat Ahamd Heryawan sudah memutuskan dan menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Bogor per 1 Januari 2015 sebesar Rp 2.658.155, namun untuk upah sektoral masih dalam pembahasan.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor Annas S. Rasmana, Selasa (09/12/14) menegaskan, terkait persoalan upah buruh khususnya di Kota Bogor, upah sektoral tersebut hingga saat ini masih terus dibahas.

Hal ini, kata Annas, sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013.

”Kita sudah melakukan pengkajian, tetapi akan dikembalikan lagi kepada pihak perusahaan dan kalangan pekerja sendiri untuk membuat kesepakatan mengenai upah sektoral ini,” jelas Annas.

Ketika disinggung mengenai masih adanya tuntutan dari buruh soal skala upah, ia mengatakan bahwa skala upah ini sudah dilaksanakan oleh masing-masing perusahaan.

Namun, sambungnya, soal skala upah ini bisa saja terjadi persoalan baru yang dapat memicu terjadinya ketidakpuasan di kalangan buruh.

”Contohnya di level 1, 2, 3, dan 4. Range perbedaan upahnya mungkin tidak tinggi, tetapi yang jelas skala upah ini sudah ada. Soal ini tergantung kebijakan dan kemampuan masing-masing perusahaan, kita tidak bisa mengintervensi,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.