Kenali Pengaruh Musik Saat Berkendara

0 422

Heibogor.com – Mulai saat ini, biasakan diri untuk selalu mendengarkan musik ketika sedang berkendara. Karena hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menghilangkan penat dan meredakan emosi saat terkena macet. Ada kalanya mendengarkan musik di mobil memiliki efek seperti travelling sesaat. Beberapa survei mendukung pengaruh musik bagi para pengendara.

Dilansir dari goodyear, menurut penelitian Los Angeles In-Car Listening Survei yang dilakukan oleh Arbiton/Edison menyatakan bahwa dari 1.000 pengemudi yang disurvei, sebanyak 95% mengemudikan mobilnya sambil mendengarkan musik. Baik musik yang berasal dari radio, CD, kaset, iPod, MP3, ataupun melalui iTunes hingga Spotify.

Sementara itu, survei Allianz “Your Cover” Insurance 2014, Claims Journal menyatakan bahwa sebanyak 1.000 pengemudi, sebanyak 25% alasan pengemudi mendengarkan musik ketika mengemudi adalah untuk meningkatkan konsentrasi, dimana konsentrasi tinggi merupakan salah satu faktor yang memastikan keamanan saat mengemudi.

Sebuah studi di Belanda juga menguji dampak musik saat mengemudi pada pengendara dengan usia 19 dan 25.  Mereka diminta untuk membuat playlist lagu yang disukai untuk diputar saat berkendara selama 30 menit di jalanan yang monoton.

Studi tersebut menghasilkan bahwa para pengemudi merespons lebih baik kecepatan mobil yang berada di depannya dibandingkan dengan pengemudi yang mengemudi tanpa musik. Musik diperkirakan meningkatkan energi dan kewaspadaan dari pengemudi.

Namun, The British Royal Socrety For Prevention of Accidents (RoSPA, 2007) menyatakan bahwa volume dari musik yang dimainkan lah yang harus menjadi perhatian, karena volume yang tinggi dapat menurunkan tingkat kewaspadaan pengemudi sehigga dapat membahayakan saat mengemudi.

Psikolog yang juga dosen Unika Atma Jaya, Agatha N. Ardhiati mengatakan musik yang kita dengar bisa menjadi faktor distraksi atau gangguan saat nyetir. Musik bisa jadi pengganggu saat menyetir adalah ketika kita bisa tiba-tiba jadi mengkhayal, memikirkan pengalaman masa lalu. “Jadi bukan hanya musiknya saja, tetapi efeknya bisa memunculkan emosi/perasaan tertentu,” ujarnya.

Jadi bagaimana mendengarkan musik yang benar dalam mobil? Dia menyarankan pengguna kendaraan memilih lagu-lagu atau membuat playlist yang bisa menjaga emosi. “Kalau lagi galau, jangan putar lagu-lagu galau, cobalah diganti dengan list lagu yang senang. Pilih musik yang sesuai yang bisa berfungsi menjaga perasaan, kalau tadi senang tetep senang,” ujar Agatha N. Ardhiati.

Namun ada kalanya saat sedang menyetir, kita harus benar-benar harus mematikan musik, misalnya saat parkir kendaraan. Saat melalui jalan tikus yang sempit, kadang perlu mematikan musik sesaat karena saat itulah kita membutuhkan konsentrasi yang tinggi. “Akan tetapi jika situasi normal, menyalakan musik tentu tak menjadi masalah,” pungkas Agatha N. Ardhiati.

Selain memperhatikan musik berikut volume yang dimainkan, pengemudi juga harus memastikan aspek kendaraan lainnya. Salah satunya adalah ban, sebagai satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalanan. Pilihlah ban yang memiliki tingkat kebisingan yang rendah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.