Pengcab Perbasi Kurang Dana, Nasib Tujuh Pebasket Digantung

0 828

Heibogor.com – Belum genap 1 bulan pasca musyawarah cabang, yang mengukuhkan Ekas Wibisana sebagai Ketua Pengcab Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Bogor yang baru, permasalahan kembali menghantam kepengurusan Perbasi, setelah beberapa pebasket asal Kota Hujan itu terpilih untuk mengikuti seleksi pelatda PON tim Jawa Barat.

Pasalnya, minimnya anggaran yang dimiliki oleh pengcab saat ini membuat mereka harus kembali meminta bantuan dari KONI Kota Bogor agar diberikan dana bantuan untuk transportasi tujuh pebasket mereka yang dipersiapkan untuk PON XIX/2016 mendatang itu.

“Semua  dana bersumber dari KONI, dan saat ini kami sama sekali tidak mempunyai anggaran dana tambahan. Kami berharap pihak KONI bisa membantu dengan menggelontorkan dana bantuan,” ujar Eka ketika dihubungi oleh heibogor.com, Jumat (20/02/15).

Sementara itu, pelatih basket Kota Bogor di ajang PORDA XII/2014 lalu, Galih Nugraha menyatakan kekecewaannya terhadap kurang pedulinya perhatian pengcab Perbasi yang sekarang terhadap seluruh atlet binaannya itu.

Hal itu dikarenakan ketidakjelasan nasib ketujuh pebasket yang akan berangkat ke  Bandung, yaitu Muhammad Aulia, Anggi Alfiandi,  Delfin Sahertian, Rayinda Andrayani, Kelvin, Fahmi dan juga Ria Cina dibuat kebingungan ketika meminta dana untuk keberangkatan mereka.

“Anak-anak semua menghubungi saya menanyakan soal ongkos mereka untuk berangkat ke Bandung. Dan saya instruksikan kepada mereka untuk minta dibuatkan surat rekomendasi bantuan dana ke KONI melalui Perbasi, tetapi malah dilempar sana-sini,” beber Galih Nugraha

Kondisi ini, lanjut Galih, berbanding terbalik dengan era kepengurusan Perbasi sebelumnya. Ia pun berharap ke depannya pengurus Perbasi baru bisa lebih bertanggung jawab dengan masa depan atlet binaan mereka.

“Bagaimanapun mereka harus berangkat ke Bandung. Saya harap pengurus baru bisa lebih bertanggung jawab dan jangan menyerahkan semuanya kepada KONI. Kalau KONI tidak ada dana, Perbasi juga harus memikirkan solusinya seperti apa,” tegas Galih.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.