Miris, 3.980 Warga Kota Bogor Idap HIV/AIDS

0 329

Heibogor.com – Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan (KPA) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) Kota Bogor Iwan Suryawan menyebutkan, penderita HIV/AIDS di Kota Bogor saat ini mencapai 3.980 orang. Dimana penderita HIV/AIDS ini menimpa bayi hingga usia dewasa dengan jumlah terbesar rata-rata berada di usia produktif.

“Jumlah pengidap positif HIV dari tahun 2005 hingga tahun 2015 sebanyak 2.667 orang, jumlah pengidap positif AIDS sebanyak 1.313 orang, dan untuk jumlah orang yang melakukan konseling dan tes HIV/AIDS sebanyak 71.660,” ujar Iwan Suryawan kepada heibogor.com di Kantor KPA Kota Bogor, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bogor belum lama ini.

Iwan Suryawan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor ini menjelaskan, faktor penyebab yang paling tinggi diakibatkan karena adanya penyalahgunaan narkotika dari pertukaran jarum suntik. Sementara faktor lainnya adalah adanya perilaku seksual berisiko atau bisa jadi HIV/AIDS diturunkan dari kedua orangtua penderita.

“HIV itu menular melalui dua jalan yaitu melalui jarum suntik dan melalui hubungan seksual,” ujarnya. Dijelaskan Iwan Suryawan, ada lima komunitas yang disebut populasi kunci yang masuk kedalam kelompok resiko yakni pengguna narkoba melalui jarum suntik, gay, waria, pekerja seks komersil (PSK) dan pelanggan PSK.

“Pelanggan PSK merupakan komunitas yang paling berbahaya, karena dapat menularkan HIV/AIDS secara cepat dan sulit terdeteksi,” akunya. Menurut Iwan Suryawan, untuk meredam meningkatnya kasus baru penyakit AIDS, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menghindari perilaku yang berisiko tinggi seperti penggunaan Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) serta perilaku seks bebas yang semakin marak terjadi.

Kesadaran dalam diri sendiri menjadi kunci utama untuk meminimalisasi kasus HIV/AIDS. “Metode pengecekan HIV dapat diketahui jika seseorang memeriksakan darahnya dengan metode Voluntary Counseling and Test (VCT). Dengan metode ini hasil darah yang di cek akan terjamin kerahasiaannya,” pungkas Iwan Suryawan.

Ia juga berharap kepada seluruh warga Kota Bogor, untuk tidak malu atau takut memeriksakan kesehatannya serta rutin mengecek potensi tertular HIV/AIDS, karena penyakit ini dapat menular kepada siapapun dan kapanpun. “Memang virus HIV/AIDS sampai saat ini belum ada obatnya, tetapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh penderitanya sudah tersedia,” tutur Iwan Suryawan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.