Asah Bakat Otodidak tentang Kopi ala Trecy Olivia Safrana

0 503

Heibogor.com – Maraknya kedai kopi yang ada ternyata bukan hanya mempengaruhi dunia bisnis saja tapi juga berpengaruh dengan gaya hidup anak muda saat ini yang memilih kedai kopi sebagai tempat hangoutbaru.

Trecy Olivia Safrana salah satunya. Perempuan berusia 23 tahun ini memilih kedai kopi sebagai tempathangout atau sekedar mengerjakan tugas kuliahnya. Mulanya, ia tak pernah menyukai kopi namun karena seringnya diajak sang kakak ke kedai kopi membuatnya menyukai minuman yang identik dengan laki-laki ini.

Ditemui heibogor.com ditengah-tengah kesibukannya, Trecy sempat bercerita tentang dirinya yang kini sangat tertarik dengan dunia kopi, bahkan bungsu dari tiga bersaudara ini rela mengikuti kursus membuat kopi.

Ketertarikan dirinya dengan dunia kopi kini mulai dijadikannya peluang bisnis, kini Trecy dengan dua orang kakak nya membuka sebuah coffee shop di kawasan Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kota Bogor.

”Dulu sama sekali enggak suka kopi hingga akhirnya jadi ikutan mesen kopi dan jadi suka. Untuk bisnis sendiri aku juga lihat remaja Bogor yang doyan nongkrong di coffee shop makanya aku coba bikin dengan konsep yang belum ada di Bogor,” jelas Mahasiswi Universitas Al- Azhar Jakarta Jurusan Hubungan Internasional itu.

Perempuan cantik ini juga mengaku totalitas dalam berbisnis kopi, dirinya tak segan untuk mengikuti kursus demi bisa membuat racikan kopi yang enak. Meski sebelumnya dia mengakui awalnya dirinya hanya belajar lewat internet dan jejaring social, Youtube.

”Awalnya cuma browsing-browsing aja di internet, lama-lama makin tertarik ya udah akhirnya memutus buat kursus barista,” tambahnya.

Walau hanya mengikuti kurus intensif selama satu minggu, namun Trecy tetap terus mengikuti kursus lepas agar kemampuannya semakin hari semakin terasah. Kini wanita muda ini sudah mampu membuat espressoyang menjadi kunci utama di balik rasa kopi yang enak dan nikmat.

Tak hanya itu, Trecy kini juga mahir dalam membuat Latte Art yang merupakan seni tambahan dalam penyajian kopi agar nampak lebih menarik. Meski belum banyak gambar yang mampu dibuatnya namun perjuangannya dalam belajar Latte art cukup panjang.

”Untuk Latte art belajar secara otodidak, karena waktu kursus itu enggak diajarin. Karena penasaran jadi coba belajar aja dari Youtube, lihat tutorialnya. Bahkan rela mantengin Youtube dari pagi ketemu pagi biar tahu cara bikin latte art dengan berbagai desain,” selorohnya.

Puluhan liter susu dan puluhan kilo kopi sudah dikorbankannya dalam mengasah kemampuannya dalam membuat Latte art. Bukan berfokus pada kemampuan Latte Art-nya saja tapi kini wanita yang sedang disibukan dengan coffee shop-nya ini juga berfokus kepada cita rasa kopi yang dijual di kedai Dailydose miliknya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.