Komisi III Sayangkan Adanya Napi yang Kabur di Lapas Paledang

0 345

Heibogor.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi III TB Soenmandjaja sangat menyayangkan dan prihatin atas kaburnya tujuh narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Paledang kelas II A, Kota Bogor, Minggu (14/03/16) kemarin.

“Tentunya kami sangat menyanyangkan atas kejadian ini. Kami meminta untuk segera diusut tuntas,” katanya kepada heibogor.com, seusai inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Paledang Kelas II A, Kota Bogor, Senin (14/03/16).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menceritakan keadaan Lapas Paledang kelas II, Kota Bogor yang sebelumnya teralis ruangan tahanan yang dirusak menggunakan gergaji. “Tadi saya liat langsung barang bukti yang ditinggalkan pelaku. Ada gergaji besi, potongan teralis, kain yang dijadikan tali, dan cairan cabe di dalam tiga botol,” jelasnya.

Selain itu, masih kata TB Soenmandjaja, Lapas Paledang kelas II, Kota Bogor saat ini sedang dalam kondisi over kapasitas, dan kondisi tersebut sudah menjadi fenomena yang biasa. “Memang kondisi di semua lapas mengalami over kapasitas, selain itu kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) tidak sebanding dengan jumlah narapidana,” tuturnya.

Menurutnya, kaburnya tujuh narapidana ini sudah direncanakan sebelumnya. “Teralis yang dirusak tidak dapat langsung rusak secara cepat begitu saja, pastinya membutuhkan waktu yang lama,” tambahnya. TB Soenmandjaja pun mengaku, hasil sidaknya ini akan langsung menjadi bahan pembahasan di Komisi III DPR RI. “Saya juga tadi foto kondisi terakhir, ini akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Paledang, Kota Bogor Suharman enggan memberikan komentar dan ia mengaku sudah menyerahkan kepada pihak Kepolisian. “Kan sudah dilimpahkan ke Kepolisian, tanya aja langsung,” singkatnya.

Sebelumnya, delapan narapidana tersebut melarikan diri dengan cara menggergaji dan merusak teralis besi yang berada diruang tahanan, tepatnya yang berada dibelakang lapas. Mereka kemudian melewati tembok pagar gedung lapas dengan cara melompatinya. Ketujuh orang napi berhasil kabur, namun satu napi lain tertangkap kembali oleh petugas lapas karena terjatuh dan mengalami patah kaki setelah memanjat dinding.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.