Izin Bekerja, Seorang Istri Hilang Diculik Teman Kerjanya

0 338

Heibogor.com – Erma Ermawati (28) warga Kampung Babakan Kidul RT 03 RW 03 Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang sudah memiliki lima orang anak ini, hilang sejak 31 Desember 2014 lalu dan diduga dibawa kabur oleh sindikat penjual manusia untuk dijadikan sebagai wanita penghibur.

Menurut keterangan suami korban Masud (40) mengatakan, ia datang ke Yayasan Mutiara Hati untuk meminta bantuan agar dapat mendampinginya dalam menghadapi kasus hilangnya sang istri sejak tahun 2014.

“Saya kehilangan istri sudah satu tahun lalu, saat saya bekerja di Rumah Makan (RM) PA di kawasan Jalan Raya Sukabumi-Bogor. Kebetulan saat itu Erma memang sedang mencari pekerjaan, sebelumnya kami bekerja di tempat yang sama, karena mengeluh lelah bekerja di RM PA, ia pun memutuskan untuk berhenti bekerja,” ujarnya kepada heibogor.com, Senin (29/02/16).

“Sekitar satu minggu setelah ia memutuskan untuk berhenti bekerja, datanglah dua orang tamu pria dan wanita ke rumah untuk menjemputnya. Ia mengaku, orang-orang tersebut mengajaknya bekerja di wilayah Ciputat. Satu minggu setelah kepergiannya, saya dan Erma masih sering memberikan kabar satu sama lain. Namun setelah satu minggu kemudian, ia sulit dihubungi dan sejak saat itulah saya tidak tahu keberadannya dan ia pun tidak pernah kembali,” jelasnya.

“Berbagai upaya sudah saya lakukan. Saya sudah mencari kemana-mana, mulai dari Ciputat, Puncak, dan Bogor namun istri saya belum juga di temukan bahkan meminta bantuan orang pintar pun tidak membuahkan hasil. Ada kabar istri saya berada di kawasan Puncak dan bekerja disalah satu tempat hiburan malam, tapi karena saya tidak tahu dengan pasti lokasi tempat Erma bekerja, saya pun mengalami kesulitan untuk menemukannya,” ujar Masud.

Akhirnya setelah berbagai upaya dilakukan dan tak membuahkan hasil, Masud pun meminta bantuan kepada Yayasan Mutiara Hati untuk membantunya mencari sang istri, karena ia merasa kasian melihat kelima anaknya yang sering menangis dan merengek memanggil ibunya.

Sementara itu, Tjetje pekerja sosial dari Yayasan Mutiara Hati Kabupaten Bogor mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani masalah ini. “Kami akan membantu untuk melaporkan hilangnya ibu Erma, karena sampai saat ini belum dilaporkan dan akan membantu sepenuhnya agar istri dari Masud ini dapat segera ditemukan,” katanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.