Pemkot Bogor Adakan Musrembang dengan Budayawan Lokal

0 310

Heibogor.com – Di tengah tantangan akan lunturnya kesadaran masyarakat terhadap kesadaran budaya, sejarah dan peninggalan benda cagar budaya lainnya, Kamis (03/04/14), Pemkot Bogor menyelenggarakan Musrembang dengan tokoh budayawan setempat, di Ruang Sekretaris Kota Bogor.

Pemerintah Kota (Pemkot) diwakili oleh Sekdakot Bogor, Ade Syarif Hidayat. Sementara, dari kalangan budayawan yang hadir di antaranya Eman Sulaeman (YBHB), Dayan D. Lalyu Allo (Petisi Raden Saleh), Koko Kosasih (DKKB), Deddy Roamer PS (FBB), Gatut Cahyono (KPKB), Shahlan Rasyidi, Dadang HP (Pepadi Kota Bogor), Arifin Himawan, dan lain sebagainya.

Menurut Ade Syarif dalam keterangannya, inisiatif terselenggaranya pertemuan ini untuk menampung aspirasi, serta mendiskusikan persoalan yang terkait dengan dimensi kebudayaan. Hal ini sebagai langkah penyamaan persepsi antara Pemkot Bogor, masyarakat, serta budayawan lokal.

“Jajaran Pemerintah Kota Bogor dan masyarakatnya harus saling membantu untuk membangun Kota Bogor tercinta. Alangkah indahnya apabila persoalan-persoalan di Kota ini, kita pecahkan masalahnya dengan jalan berdiskusi, kalau memang ada keluhan silakan dibuat tertulis kepada Pemkot, dan semoga masalah yang ada di tengah masyarakat bisa secepatnya kita selesaikan,” ujar Ade Syarif.

Dayan D. Lalyu Allo berharap, 23 April agar diperingati sebagai Hari Seni Rupa Nasional, tanggal ini diambil dari wafatnya Raden Saleh, pelukis dan arkeolog putera asli Bogor yang telah mengharumkan nama Kota Bogor di seluruh dunia, terutama di kawasan Eropa.

Untuk mewujudkan usulannya tersebut, Dayan mengaku aspirasi ini sudah disampaikan oleh beberapa Profesor kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan lanjutan.

Walaupun belum diputuskan, ia juga berharap kepada Wali Kota Bogor yang baru, Bima Arya, agar bisa memulai dari Kota Bogor untuk menetapkan 23 April juga sebagai Hari Budaya dan Ilmu Pengetahuan Kota Bogor.

“Semoga ketokohan Raden Saleh menjadi inspirasi, untuk menjadikan Kota Bogor menjadi kota yang lebih dikenal di dunia internasional,” harap Dayan.

Di tempat yang sama, Shahlan Rasyidi, juga berharap kepada sosok pemimpin Kota Bogor nantinya agar memiliki perhatian terhadap budaya, salahsatunya dengan membangun museum budaya dan sejarah di Kota Hujan ini.

“Harapan kami terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang baru, agar lebih konsen menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Budaya,” tegas Shahlan. (Reza/MK)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.