TPAS Galuga Masih Jadi Andalan Imbas TPPAS Nambo Belum Rampung

0 10

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Belum rampungnya Tempat Pemprosesan dan Penampungan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempersiapkan perpanjangan Perjanjian Kerjasama (PKS) soal pengelolaan sampah di Tempat Penampungan Sampah Akhir (TPAS) Galuga, Cibungbulang. PKS dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tersebut diketahui akan berakhir pada 31 Desember 2020 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Anwar Anggana mengatakan persiapan dilakukan mengingat PKS akan selesai pada akhir tahun ini dan akan diperpanjang selama lima tahun berikutnya.

Alasannya, hingga kini belum ada tempat lain bagi Pemkab Bogor untuk lokasi pembuangan akhir sampah, setelah rencana pembangunan TPPAS Nambo harus molor bahkan diperkirakan baru bisa digunakan pada tahun 2023 mendatang.

“Ini persiapan. Kan berakhir PKS itu 31 Desember 2020, mau diperpanjang sampai lima tahun ke depan. (Galuga) tetap jadi TPPAS kita, kalau di Nambo itu masih jauh lah. Belum siap itu, 2022 juga sepertinya belum, kemungkinan itu di 2023 lah, masih jauh. Sedangkan produksi sampai kita kan banyak juga,” katanya di Kantor Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (15/7/20).

Mantan sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor itu menambahkan, pada pembahasan perpanjangan perjanjian kerjasama itu bakal ada beberapa hal yang diperbaharui. Di antaranya kaitan luasan penggunaan hingga kepentingan untuk warga sekitar yang belum diselesaikan.

“Sementara begitu. Disatu sisi, yang kita punya kan 3,7 hektar, yang Kota Bogor itu 38,7 hektar. Kita bahas silang hak dan kewajibannya. Termasuk kepentingan warga sekitar. Itu belum semua, baru akan kami bahas dan kami kaji,” jelasnya.

Setelah ini, kata dia, akan ada rapat lanjutan terkait hal ini. Ia sendiri memperkirakan proses drafting selesai pada Agustus mendatang, sehingga bisa dibawa ke persetujuan DPRD Kabupaten Bogor pada bulan Oktober. “Nah di November-Desember itu posisinya di penataan PKS. Sembari juga kita lihat respon masyarakat sekitar dalam prosesnya. Pertimbangan kita jelas, karena Nambo belum selesai, produksi sampah masih,” ujarnya.

Diketahui, Kabupaten Bogor menghasilkan 2.900 ton atau setengah kilogram sampah per hari dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak 5,9 juta penduduk. Namun, sampah yang diangkut oleh 230 unit truk operasional itu hanya terangkut 538,22 ton per hari atau setara 13.455 ton sampah perbulan. Ada sekitar 2.400 ton tidak terangkut atau dibakar setiap harinya.

Tinggalkan Balasan