Stok Darah untuk Bayi Berkurang Akibat Minimnya Pendonor

0 11

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pasokan stok darah untuk bayi di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor mengalami penurunan hingga 50 persen selama pandemi COVID-19.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Bogor, Dini Susanti membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penurunan terjadi akibat minimnya sumber pendonor selama pandemi.

“Iyah stok darah bayi juga berkurang, pengurangannya sama, 50 persen. Karena sumber pendonornya berkurang. Kalau pendonor kurang, otomatis bahan bakunya (stok darah, red) juga kurang,” ungkapnya, Rabu (15/7/20).

Ia menjelaskan bahwa stok darah untuk bayi sama dengan stok darah pada umumnya, hanya saja yang membedakan adalah kapasitas kantung darah. Kantong darah umumnya berkapasitas 250cc sementara untuk bayi berkapasitas 80cc.

“Pendonornya untuk kantong bayi darahnya sama seperti umum, nanti diproses untuk darah bayi. Dari 250cc ditransferkan ke kantong 80cc,” paparnya.

Biasanya sebelum pandemi, UTD dapat menerima 100 hingga 150 kantong darah setiap harinya. Di tengah pandemi terjadi penurunan stok menjadi 20 hingga 30 kantong per-harinya. “Paling tinggi 60 kantong darah,” sambungnya.

Sebelumnya, Pasokan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor menurun hingga 50 persen selama pandemi COVID-19.

Hal tersebut terjadi akibat banyaknya jadwal donor darah yang terpaksa ditunda selama penerapan Pembatasan Sosial Bersala Besar (PSBB). Bahkan, pada awal penerapan PSBB Maret lalu terjadi penurunan stok darah hingga 70 persen.

“Berdasarkan catatan kami, sekarang baru 50% sampai 60% dari stok normal. Kurang 70% itu pada saat mulai penerapan PSBB karena semua jadwal donor dicancel,” ujarnya.

Untuk dapat dikatakan normal, UTD harus memiliki 2.500 hingga 3.000 kantong darah selama satu bulan. Meski hingga kini berdasar data, ketersediaan stok darah mulai kembali berangsur naik.

“Sekarang sudah berangsur-angsur mulai meningkat hanya belum seperti sebelum pandemi. Saat ini baru sekitar 1.500 stok darah,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan