Selama Pandemi Covid-19 Stok Darah PMI Turun 50 Persen 

0 14

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pasokan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor menurun hingga 50 persen selama pandemi COVID-19.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Bogor, Dini Susanti mengungkap hal tersebut terjadi akibat banyaknya jadwal donor darah yang terpaksa ditunda selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan, pada awal penerapan PSBB Maret lalu terjadi penurunan stok darah hingga 70 persen.

“Berdasarkan catatan kami, sekarang baru 50% sampai 60% dari stok normal. Kurang 70% itu pada saat mulai penerapan PSBB karena semua jadwal donor dicancel,” ujarnya kepada heibogor.com, Rabu (15/7/20).

Untuk dapat dikatakan normal, UTD harus memiliki 2.500 hingga 3.000 kantong darah selama satu bulan. Meski hingga kini berdasar data, ketersediaan stok darah mulai kembali berangsur naik.

“Sekarang sudah berangsur-angsur mulai meningkat hanya belum seperti sebelum pandemi. Saat ini baru sekitar 1.500 stok darah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebelum pandemi setiap harinya selalu ada kegiatan donor darah. Terlebih setiap akhir pekan, ada 2 hingga 3 kegiatan donor darah dalam satu hari agar stok darah selalu tersedia.

Guna mengembalikan ketersediaan stok darah kembali normal, pihaknya terus melakukan berbagai upaya termasuk berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendonorkan darah. Mengingat, selama bulan Juli ini hanya ada 12 kegiatan donor darah.

“Kami sudah melakukan beberapa upaya, memohon dukungan Bupati untuk mengimbau pihak Kecamatan dan dinas terkait untuk sukarela mendonorkan darah ke UTD dengan prokotol kesehatan juga koordinasi dengan beberapa organsasi mengimbau anggotanya mendonorkan darah ke UTD,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan