Kegiatan Belajar Mengajar Normal Berpotensi Jadi Mata Rantai Baru Penyebaran Covid-19

0 9

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, Abidin Said mengkhawatirkan sekolah akan menjadi klaster penyebaran Covid-19 bila Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan tatap muka secara langsung.

Menurutnya, perkumpulan siswa/i dalam satu ruangan akan membuat pelajar rentan terpapar Covid-19 terlebih terdapat 26 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor yang masih masuk dalam zona merah.

“Ada mobilisasi orang beruntun yang rentan tidak hanya yang tua tapi anak-anak juga. Di kelas itu nanti ada penularan masif karena berdekatan, khawatir ada klaster baru atau mata rantai baru penyebaran Covid-19,” katanya, Senin (13/7/20).

Disamping itu, bila melihat data Gugus Tugas Covid-19 (GTC) Kabupaten Bogor menurutnya sangat tidak ideal untuk kembali menggelar sistem KBM secara normal tanpa daring. Dikhawatirkan penularan Covid-19 justru semakin luas terhadap dunia pendidikan.

“Kalau merujuk data yang sekarang sih belum ideal, khawatir masih rentan tertular. Kabupaten Bogor zona merah sangat luar biasa, apalagi ada mobilisasi itu nanti kan tumbuh penularan,” jelasnya.

Tak hanya sekolah, pesantren pun menjadi perhatiannya karena menurutnya pesantren merupakan komunitas perkumpulan orang yang tidak dapat terkendali. Hal-hal semacam ini yang dinilai perlu ada rujukan dan arahan khusus guna memutus mata rantai penularan virus.

Meski begitu, dirinya enggan berkomentar banyak mengenai usulan sistem KBM nantinya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Tim GTC dengan rapat lanjutan besok membahasa Peraturan Bupati (Perbup) baru termasuk dalam sektor Pendidikan.

“Masukannya, tetep ada peraturan SK 4 Menteri tentang panduan penyelenggaran tahun ajaran itu, menyerahkan zona hijau untuk KBM tatap muka, tetapi secara sepenuhnya diserahkan ke Pemerintah Daerah. Pemda juga belum berani karena nggak ada rujukan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan