Pemkab Bogor Belum Putuskan Pelajar Sekolah Tatap Muka atau Online

0 17

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Kabupaten (Bogor) belum memutuskan murid sekolah untuk Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring atau langsung secara tatap muka ke sekolah mengingat tahun ajaran baru telah masuk mulai Senin (13/7/20) hari ini dan PSBB Proporsional akan berakhir pada 16 Juli mendatang.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan hal tersebut masih dalam evaluasi untuk masuk dalam Peraturan Bupati (Perbup) nantinya dalam sektor pendidikan dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Belum diputuskan, masalahnya gini kita masih zona kuning sebetulnya gak boleh kebetulan angka Rt kita turun. Dimungkinkan kita harus lakukan persiapan AKB, persiapan ini sedang di bahas,” ujarnya usai rapat persiapan AKB pada sektor Pendidikan, Senin (13/7/20).

Menurutnya, ke depan akan dilakukan monitoring guna memutuskan sekolah mana yang layak untuk tatap muka secara langsung dan mana yang masih harus BDR secara daring.

“Diajukan seperti apa konsepnya bila ada visual sekolah siap nanti dinilai tim monitoring layak atau tidak memenuhi protokol kesehatan. Nanti baru rekomendasi dari kita, harus menempatkan kesehatan diatas segalanya. Rekomendasinya setiap sekolah, karena wilayah berbeda-beda,” jelasnya.

Sementara, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan bilamana PSBB kembali diperpanjang ada kemungkinan ada sekolah yang dibuka kembali tatap muka secara langsung mengingat adanya keluhan dari para guru.

“Adai kalau PSBB itu diperpanjang semoga bisa zona hijau, kita bisa masukan program usulan dan curhatan dari para pelaku pendidikan minta dibuka sekolahnya. Kalau tidak dibuka minta bantuan kami guru-gurunya, kan jadi pertimbangan,” katanya.

Di samping itu masukan para guru dan pelaku pendidikan Kabupaten Bogor akan menjadi dasar baru dalam menentukan pasal baru dalam Perbup nantinya meski belum diputuskan. Namun, ia mengaku akan mengusahakan bagi wilayah yang tidak terakses internet untuk belajar secara tatap muka dengan pembatasan.

“Untuk luring untuk di luar jangkauan internet kita akan diupayakan untuk luring. Jadi luar jaringan kita akan bertatap muka tapi dengan jumlah dibatasi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna tengah menunggu hasil evaluasi tim Gugus Tugas guna menentukan sistem belajar bagi para murid ke depan. Pihaknya tengah mempersiapkan segala bentuk skenario ke depan.

Selain itu ia menegaskan saat ini proses belajar mengajar hari pertama tahun ajaran baru masih dalam proses daring dan belum ada sekolah yang diperbolehkan tatap muka secara langsung.

“Belum ada keputusan, tanggal 13 Juli sampai 14 Juli masih daring sampai 17 Juli Perbup selesai, Bupati sedang menyusun perbup baru masukan dari Disdik. Dari disdik tidak ada sekolah tatap muka. Nanti kita sampaikan hasilnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan