Ada 140 Bus Gratis Siap Bantu Urai Antrean Penumpang KRL Stasiun Bogor

10 Bus Angkut Penumpang dari Pool Damri Botani Square

0 17

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan skema pengaturan bus yang akan mengangkut penumpang KRL. Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan skenarionya, yaitu papan jalur dan papan pembatas untuk antrean.

Kadishub mengungkapkan, hal ini dilakukan untuk mengurai kepadatan penumpang KRL yang kerap terjadi pada awal pekan di Stasiun Bogor. “Di dekat pintu masuk Stasiun Bogor, Jalan Mayor Oking, akan terparkir sekitar 140 bus gratis. Sisanya 10 bus akan berangkat dari Pool Damri di samping Botani Square. Pak Wali menyampaikan hari Senin personel harus optimal dalam pengaturan busnya ataupun penumpangnya. Makanya kita sudah menyiapkan skenerionya,” ungkap mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga itu.

Ia menjelaskan, setiap antrean akan dibuat kloter per 100 orang. Kalau sudah bergeser, maka 100 orang berikutnya akan masuk. Yang belum dapat antrean, silahkan antre di kereta. Jadi, begitu alurnya supaya tidak memanjang dengan memperhatikan physical distancing.

Ia menambahkan, bus pertama akan berangkat pada jam 05.00 WIB dan selanjutnya berangkat setiap 5 menit sekali. “Nanti diseling antara bus besar dan bus kecil. Kalau dihabiskan bus kecil dulu, kasian nanti bus besar kalau lewat di Jalan Juanda dan Jalan Jalak Harupat takut mengalami kepadatan juga karena hari Senin. Jadi, harus selang seling, 10 bus kecil, 10 bus besar. Personel sudah kami siapkan di titik-titik pendangkalan atau parkir sementara bus kecil maupun besar untuk komunikasi pergerakan bus ke stasiun,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan 150 bus gratis, Eko menilai mampu mengurangi kepadatan bagi sekitar 4.500 penumpang KRL. “Kami mendapat bantuan 75 bus kecil dengan kapasitas 20 penumpang per bus. Lalu, 75 bus besar dengan kapasitas 40 penumpang per bus. Totalnya jadi 4.500 penumpang yang bisa terangkut,” terang Eko.

Jumlah tersebut lebih besar dari momen yang sama sebelumnya. Dimana, sebelumnya hanya sekitar 1.000-an penumpang karena kapasitas yang boleh diisi 50 persen saja. Tetapi sesuai peraturan Permenhub 41/2020, saat ini bus kecil maupun besar sudah bisa mengangkut 70 persen penumpang maksimal.

Eko berharap, bantuan bus tersebut mampu mengurai kepadatan penumpang yang kerap terjadi setiap Senin pagi. Untuk itu, ia mengimbau penumpang untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau untuk ikuti aturan yang ada. Walaupun ini gratis, tolong masyarakat sama-sama pahami, sama-sama sadar, sama-sama mengerti untuk tertib diri. Antre yang baik, social distancing yang baik, physical distancing yang baik, tidak usah berdesak-desakan atau menyerobot, nanti merugikan banyak orang. Pokoknya nanti kami atur, beri kewenangan kami untuk memberikan aturan itu agar lancar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bima Arya mengatakan, upaya lainnya adalah dengan menambah dua jadwal keberangkatan KRL menjadi lebih pagi. “Ada dua jadwal yang berangkat lebih pagi dari Stasiun Bogor, yakni di jam 03.15 dan 03.30 WIB setiap harinya. Yang kedua menambah layanan bus. Jadi, ada 150 bus totalnya yang akan disiapkan mulai Senin besok, terdiri dari 75 unit dari Kemenhub dan 75 unit dari Pemprov DKI Jakarta. 10 bus di antaranya akan berangkat dari pool bus Damri di samping Botani. Sisanya, 140 bus akan berangkat dari stasiun Bogor,” beber Bima.

Bus gratis yang berangkat dari Stasiun Bogor untuk mengangkut penumpang ke titik tujuan Sudirman, Tanah Abang, Juanda, Manggarai dan Tebet. Sementara, bus yang berangkat dari Pool Damri memiliki tujuan Sudirman dan Juanda.

“Jadi, ini untuk perhatian seluruh warga, mudah-mudahan ini bisa mengurai. Karena hitung-hitungan kami, lonjakan penumpangan di pagi hari ini masih bisa dicairkan apabila busnya ditambah. Berdasarkan kesepakatan juga kapasitas bus akan ditambah, jadi sampai 70 persen,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan