Anih Dapat ‘Istana’ Baru dari TNI, Sebelumnya Rawan Bocor dan Ambruk

Bakti Sosial TNI Yon Armed 10 Bradjamusti Kostrad

0 18

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga Kampung Kebon Rumput, Desa Pasir Jambu, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Anih (78) dibedah satuan TNI Yon Armed 10 Bradjamusti Kostrad.

Pembedahan rumah tersebut merupakan bakti sosial (baksos) guna memberikan kelayakan tempat tinggal bagi warga sekitar yang tergolong RTLH dalam rangka HUT Yon Armed 10 Bradjamusti Kostrad ke-58.

Komandan Armed 10, Mayor Arm Danny A. P Girsang mengembalikan kunci rumah kepada ibu Anih sebagai bentuk simbolis selesainya bedah rumah berukuran 5×8 meter tersebut.

“Hari ini pengembalian kunci kepada ibu Anih sekeluarga atas selesainya RTLH yang kita bedah menjadi lebih layak untuk dihuni. Dikerjakan selama 14 hari sejak 25 Juni lalu,” kata Mayor Arm Danny kepada wartawan, Sabtu (11/7/20).

Menurutnya, sebelum dibedah RTLH milih Ibu Anih dapat dikatakan tidak layak untuk ditinggali karena plafon bambu yang sudah roboh, atap bambu yang kerap bocor, lantai yang tidak layak hingga tidak ada sekat antar ruangan berbentuk semi permanen. Selain membedah rumah, dilaksanakan baksos lain berupa donor darah dari satuan TNI bersama Karang Taruna sekitar.

“Ini bantuan khusus dari kita berkolaborasi dengan Dinsos secara swadaya dapat memberikan sesuatu yang lebih layak untuk Ibu Anih dan keluarga,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ibu Anih merasa bersyukur atas bantuan yang diterimanya terlebih selama ini ia mengaku selalu mengeluhkan kondisi huniannya. Ia mengatakan kerap merasa khawatir apabila turun hujan karena rumahnya rentan roboh.

“Senang banget sangat gembira, soalnya dulu itu kondisinya bocor. Kalau hujan, pasti enggak di rumah takut roboh karena angin besar jadi numpang ke tetangga,” ujarnya.

Anih sendiri tinggal bersama satu orang anaknya yang paling kecil karena suaminya meninggal sejak puluhan tahun lalu. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dirinya hanya bekerja sebagai kuli rumah tangga dengan penghasilan Rp 20 ribu per hari.

“Kalau ada kerjaan seharinya dapat Rp20 ribu, Alhamdulillah. Kalau tidak ya saya nganggur. Dari dulu mau bangun rumah tapi gak bisa karena uangnya buat makan saja,” ungkap nenek 9 cucu ini.

Tinggalkan Balasan