Stasiun Bogor Berpotensi Jadi Cluster Penyebaran Covid-19

Usai 2 Orang Dinyatakan Positif dari Hasil Tes Swab

0 24

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Dari 155 orang yang mengikuti test swab di Stasiun Bogor pada Selasa (7/7/20) kemarin, 2 penumpang dinyatakan positif. Dua penumpang tersebut adalah pengguna layanan kereta api yang bekerja di Jakarta.

“Menurut pengakuan sudah menggunakan masker dan menjalani protokol kesehatan. Jadi, dengan data ini saya mengimbau warga untuk tetap waspada dan hati-hati karena stasiun masih menjadi potensi cluster penularan Covid-19. Atas dasar itu pula kapasitas gerbong yang sekarang 45 persen belum memungkinkan untuk di tambah lagi,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya saat memantau test swab bagi penumpang bus di Terminal Baranangsiang, Jumat (10/7/20).

Bima menyampaikan, bahwa tadi malam dirinya melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh menko maritim Pak Luhut serta dihadiri oleh menteri perhubungan, menpan RB, Menparekraf dan gubernur DKI Jakarta, menindak lanjuti persoalan yang terjadi di stasiun.

Disampaikan juga masukan dari pemerintah Kota Bogor tentang evaluasi shif kerja di Jakarta. Dan ini akan dikaji kembali oleh Menpan RB dan gubernur Jakarta karena sistem shif itu masih belum berjalan secara maksimal.

Dari rapat koordinasi tersebut, sambung Bima, pertama, disampaikan bahwa kondisi tidak memungkinkan untuk menambah kapasitas gerbong karena situasinya masih belum aman dan terbukti masih ditemukannya pasien positif di stasiun. Karena itu, yang dilakukan adalah menambah jadwal keberangkatan kereta api. “Jadi, ada dua jadwal yang berangkat lebih pagi dari Stasiun Bogor,” katanya.

Yang kedua, menambah layanan bus. Jadi, keseluruhan ada total 150 bus yang akan disiapkan pada hari Senin. 75 dari kementerian, 75 dari provinsi Jakarta dan 10 bus akan berangkat dari pool Damri di samping Botani, sisanya 140 bus akan berangkat dari Stasiun Bogor. Untuk 140 bus yang dari Stasiun Bogor tujuannya adalah Sudirman, Djuanda, Tanah Abang, dan Manggarai. Sedangkan 10 bus dari Damri tujuannya adalah Sudirman dan Djuanda. Berdasarkan kesepakatan, kapasitas bus juga akan ditambah sampai 70 persen.

“Jadi, dalam satu bus kira-kira ada 40 penumpang. Kalau 40×150 bus berarti ada sekitar 6000 penumpang yang diangkut dan mudah-mudahan ini bisa mencairkan antrean dan kepadatan penumpang karena hitung-hitungan kami lonjakan penumpang di pagi hari masih bisa dicairkan apabila busnya di tambah hari Senin. Ini untuk menjadi perhatian seluruh warga Bogor,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan