Mahar Pilih Lari Bareng Burung Pipit Yang Lutju Sambil Bawa Pesan ke Masyarakat

0 30

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – SelebRUN dan runner vlogger, Asep Gumilar Hidayat atau yang akrab dipanggil Mahar memiliki tiga “avatars” atau kostum unik yang kerap ia pakai di sejumlah event lari. Pelari Bogor peraih rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) yang disebut juga sebagai pelari kencang, pelari sombong, dan banyak sebutan lainnya itu mengungkapkan sengaja memakai kostum unik untuk menarik perhatian massa agar mereka melihat poster atau pesan yang ia bawa.

ada tiga “avatars” atau profil kostum yang ia punya yakni kostum MaharMan, kostum Maharita, dan kostum Burung Pipit Yang Lutju. Andi/heibogor.com

“Saya sudah berkali-kali lari dengan kostum unik sambil ngevlog. Dan setiap saya ikut lari di suatu event saya selalu bawa misi atau pesan yang kadang saya sampaikan lewat poster, lewat vlog atau lewat kostum,” ucapnya, Minggu (5/7/20).

Mahar mengatakan, ada tiga “avatars” atau profil kostum yang ia punya yakni kostum MaharMan, kostum Maharita, dan kostum Burung Pipit Yang Lutju. Ia menjelaskan, kostum MaharMan (pelari bersayap biru dan bertopeng emas) adalah kostum pertama yang ia but sendiri tahun 2018. Sayap biru itu lambang autism. Sedangkan topeng emas lambang kepahlawanan. Kostum ini, dibuat untuk dipakai di acara charity.

– SelebRUN dan runner vlogger, Asep Gumilar Hidayat atau yang akrab dipanggil Mahar peraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang juga disebut sebagai pelari kencang, pelari sombong, dan banyak sebutan lainnya itu mengungkapkan sengaja memakai kostum unik untuk menarik perhatian massa agar mereka melihat poster atau pesan yang ia bawa. Andi/heibogor.com

“MaharMan sering menggalang dana untuk anak-anak. Bahkan pernah dalam penggalangan tersebut terkumpul hingga Rp 30 juta dalam 2 bulan. Kalau saya lari pake kostum itu berarti tujuannya untuk mengajak pelari berdonasi atau berbagi. Setiap kita adalah pahlawan tapi kita sendiri yang harus menciptakan kekuatannya,” ungkapnya.

Kemudian kostum Maharita (pelari yang suka bawa payung ungu), sambungnya, dibuat tahun 2019. Kostum dan payung itu hanya dipakai saat ia berlari ultra atau di atas 42 km. Ini dipakai untuk mengangkat isu perempuan. Properti payung ungu yang dibawa juga ia buat sendiri. Warna ungu dimaknakan sebagai lambang kebijaksanaan.

Lalu kostum Burung Pipit Yang Lutju itu dibuat tahun 2019 oleh desainer yang biasa membuat kostum untuk Miss Indonesia. Konsep kostumnya terinspirasi dari pakaian adat Papua dan burung Cendrawasih. Nama Burung Pipit Yang Lutju sendiri sebenarnya dinamakan oleh netizen karena terlihat lucu dan menghibur.

Tapi sifatnya tengil agak galak dan tegas dalam mengkritisi suatu hal. Di kalangan pelari Indonesia kostum ini sudah terkenal karena tugasnya menemani pelari-pelari pelan atau sebatas menghibur. Karena itu, kostum ini hanya dipakai pada event lari tertentu saja.

Kostum Burung Pipit Yang Lutju adalah yang paling identik dan iconik. Andi/heibogor.com

“Dari semua kostum avatars itu, kostum Burung Pipit Yang Lutju adalah yang paling identik dan iconik. Kata founder indo runner belum ada pelari yang memiliki profil avatar yang menjadi ikonik. Makanya profil avatar ini saya pertahankan. Hanya saja saya gak suka disebut pelari kostum karena pelari kostum biasanya ngejar hadiah atau materi. Sedangkan saya memakai kostum ini untuk sebuah misi yakni menyampaikan pesan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan