Agus Salim Sulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Pesawat, Ingin Buat Tumpangan Para Tokoh Dunia

0 33

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com- Pada umumnya, limbah kayu sering dianggap sebagai sampah yang tak ada nilai ekonomisnya. Namun itu tak berlaku jika sudah diolah oleh tangan dingin Agus Salim. Ya, pria paruh baya itu mengolah beragam limbah kayu yang kemudian disulapnya menjadi miniatur berbagai jenis pesawat.

Beralamat di Rumah Kreatif, Kampung Bojong Hilir RT 02/10, Desa Bojong, Kemang, Kabupaten Bogor, Agus mulai fokus menekuni bidang kerajinan tersebut sejak 2019. Awalnya, Agus memang sudah hobi memiliki ketertarikan dengan pesawat dan dunia penerbangan sejak masa sekolah sampai akhirnya tertarik untuk membuat miniatur jenis pesawat belakangan ini.

“Awalnya itu iseng setelah selesai kerja dan hari mengisi masa senja, selain itu ya memang hobi juga akhirnya saya pelajari buat-buat miniatur pesawat ini dan baru fokus pada 2019,” kata Agus kepada heibogor.com, Minggu (5/7/20).

Agus Salim mengolah beragam limbah kayu yang kemudian disulapnya menjadi miniatur berbagai jenis pesawat. Mikail/heibogor.com

Tak seperti miniatur lainnya yang terbuat dari fiber, Agus tetap memilih limbah kayu sebagai bahan dasarnya. Selain karena sudah menguasai mengukir kayu, dirinya juga sempat terdorong untuk mengurangi sampah yang ada di sekitar rumahnya sehingga fokus membuat karya berbahan dasar limbah kayu.

Terdapat dua tipe miniatur karyanya, yang besar dan yang kecil. Untuk yang besar, bisanya miniatur berukuran panjang 30 centimeter (cm) atau lebih. Untuk ukuran kecil biasanya memiliki panjang 15cm. Untuk 1 unit minatur besar, ia dapat menghabiskan waktu minimal 3 hari untuk menyelesaikan karyanya. Mengingat bentuk miniatur sangat presisi dan mirip seperti bentuk pesawat aslinya.

“Karena saya mengerjakannya tidak sembarangan dan prosesnya panjang setelah buat badan pesawat juga harus buat sayapnya, kerangka lainnya sampai masuk ke proses pewarnaan. Karena peminatnya pasti tahu bentuk asli pesawat aslinya seperti apa,” jelasnya.

Untuk minatur pesawat berukuran kecil dibanderol harga Rp20 ribu sampai Rp25 ribu, sedangkan  berukuran besar di harga Rp250 ribu hingga Rp300 ribu harga tersebut tergantung pada jenis pesawat dan tingkat kesulitan. Selain menjual miniatur yang sudah jadi, Agus juga menjual kerangka pesawat polos yang belum diwarnai seharga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

Terdapat dua tipe miniatur karyanya, yang besar dan yang kecil. Untuk yang besar, bisanya miniatur berukuran panjang 30 centimeter (cm) atau lebih. Untuk ukuran kecil biasanya memiliki panjang 15cm. Mikail/heibogor.com

Alumnus SMK Penerbangan Bogor ini mengatakan sistem penjualan hanya baru sebatas teman ke teman dan peminat yang datang ke kediamannya hingga relasi dekat, belum melalui penjualan secara online. Meski begitu, karyanya sudah terjual ke Depok, Sukabumi, Majalengka hingga Padang dan Banjarmasin.

Agus menuturkan, mayoritas  yang berminat karya masterpiecenya adalah orang dewasa yang punya ketertarikan dalam dunia penerbangan, mantan pilot yang memiliki kenangan dengan pesawat, penghobi, hingga kolektor miniatur jenis pesawat. Miniatur jenis Sukhoi-27 dan Jet F-16 TNI AU merupakan miniatur yang paling diminati.

Ke depannya, pria asal Tanah Abang, Jakarta ini berniat untuk membuat jenis pesawat yang pernah digunakan oleh berbagai tokoh dunia agar peminat miniatur dapat semakin tertarik dengan karyanya. “Ini lagi produksi Jet RI-1 yang biasa digunakan Presiden, saya  memang berniat buat pesawat khas para tokoh-tokoh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan