SelebRUN Mahar Olahraga Pakai Kostum Unik Ajak Warga Selalu Pakai Masker, Jangan Nongkrong dan Jaga Jarak

0 81

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pelari Bogor peraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Asep Gumilar Hidayat memiliki cara unik dan tidak biasa untuk mengajak masyarakat menerapkan physical distancing dan memakai masker saat berolah raga.

SelebRUN dan runner vlogger yang akrab dipanggil Mahar ini, berlari di seputaran pedestrian Kebun Raya Bogor dengan mengenakan kostum unik sambil membawa dua buah poster yang bertuliskan “Dijaga jaraknya dipakai maskernya, olah raga harus tapi jangan menyebar virus, ingat ada Corona di sekitar kita” sedangkan satu poster lagi bertuliskan “Lari gowes balik, Lari gowes balik, No nongkrong nongkrong”.

Ia menjelaskan, kostum yang dipakai ini ia namanya Burung Pipit yang Lutju. Kostum ini, dibuat oleh desainer yang biasa membuat kostum untuk Miss Indonesia. Konsep kostumnya terinspirasi dari pakaian adat Papua dan burung Cendrawasih. Di kalangan pelari Indonesia kostum ini sudah terkenal. Tapi kostum ini hanya dipakai pada event lari tertentu saja.

Ia mengungkapkan, sengaja memakai kostum unik ini, untuk menarik perhatian massa agar mereka melihat poster atau pesan yang ia bawa. “Saya sudah berkali-kali lari dengan kostum itu sambil ngevlog. Dan setiap saya ikut lari di suatu event saya selalu bawa misi atau pesan yang kadang saya sampaikan lewat poster, lewat vlog atau lewat kostum,” ujarnya, Minggu (5/7/20) pagi.

Di aksinya ini, Mahar mengatakan, pedestrian yang kerap digunakan warga untuk berolah raga dan rekreasi ini semakin ramai dan banyak warga yang sudah mulai lengah untuk melakukan physical distancing maupun memakai masker.

Tiga bulan lalu saat awal pandemi, sambung Mahar, jalur pedestrian sepi oleh pengunjung dan pegiat olah raga, tapi setelah lebaran lokasi tersebut kembali ramai apalagi di hari Sabtu dan Minggu. Selain pegiat olah raga dan pengunjung yang hanya sekedar jalan-jalan kini dilokasi itu juga banyak pesepeda dan juga “penongkrong”.

Bahkan tidak sedikit pesepeda atau warga dari Jakarta yang sengaja datang ke Bogor untuk olah raga lalu beristirahat di sekitar Lawang Salapan. Sayangnya saat mereka nongkrong-nongkrong banyak yang tidak menerapkan physical distancing dan tidak memakai masker, padahal anjuran memakai masker di tempat umum dan penerapan phyisical distancing masih berlaku.

“Di masa pandemi ini, kita harus berlomba-lomba meningkatkan imunitas tubuh, agar tubuh kita sehat dan terbebas dari virus termasuk Covid-19. Salah satu cara meningkatkan imunitas tubuh tentunya dengan rutin berolah raga. Dan salah satu olah raga yang digandrungi warga Bogor adalah lari, karena lari termasuk olah raga yang cukup mudah dan bisa dilakukan siapa saja apalagi di Bogor ada jalur pedestrian Kebun Raya Bogor yang nyaman untuk dipakai berlari dan jogging,” katanya.

“Jalur pedestrian memang tempat umum dan selalu terbuka bagi siapa saja, tapi di masa era normal baru ini jangan lupa kita harus tetap menerapkan physical distancing dan memakai masker karena siapa yang mau Kota Bogor menjadi zona merah lagi. Saya berharap pegiat olah raga yang lain maupun komunitas ikut mengkampayekan imbauan pemerintah ini kepada warga,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan