Jalur Puncak Tetap Jadi Primadona dan Diserbu Wisatawan Saat PSBB

0 21

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kawasan Puncak tetap menjadi primadona tempat berlibur warga Bogor dan luar Bogor, terbukti kawasan dan Jalur Puncak tetap ramai saat weekend meski dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan dalam PSBB ini terdapat sedikit kelonggaran dalam sektor wisata yang perlahan sudah mulai diperbolehkan buka asalkan terdapat pembatasan pengunjung. Namun, wisata air di kawasan Puncak tetap belum boleh buka.

“PSBB transisi ini kita lebih melonggarkan sedikit. Kalau kemarin untuk ke tempat wisata alam kita dibatasi hanya 1, Taman Safari Indonesia sebetulnya sudah boleh, tapi dibatasi. Tetapi untuk wisata air, kita masih tutup. Menunggu keputusan pemerintah. Jadi banyak relaksasi, tapi banyak juga yang tidak direlaksasi,” ujar Ade beberapa waktu lalu.

Ade menyebut tak bisa melarang sepenuhnya hak warga yang melintas di Jalur Puncak, termasuk warga luar Bogor mengingat akses jalur tersebut merupakan jalan umum dan jalan Nasional.

“Jalan Puncak kan umum, jalan nasional, jadi siapa pun boleh melintas. Yang melintas itu tidak hanya ke Puncak, tapi juga ke Cianjur ke Bandung. Kita gak bisa stop mereka, hak mereka,” jelasnya.

Meski begitu ia mengaku pihaknya terus melakukan pengetatan dalam masa transisi ini guna mengetahui siapa saja yang masuk ke wilayahnya. Terlebih, warga luar Bogor yang belum terdeteksi kesehatannya.

“Ini upaya kami jangan sampai pemerintah sudah jaga tapi tetep saja diserbu warga luar Bogor. Ya wajar Disbudpar memperketat, perintah Gugus Tugas juga jadi harus terpantau semua yang masuk ke kita,” ungkapnya.

Ade menyarankan bagi warga yang kedapatan berwisata ke Puncak, jangan berwisata hingga menyebabkan kerumunan dan tetap menjaga jarak mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari paparan virus yang dibawa wisatawan lain.

“Kalau kerumunan jangan lah, menyebar saja. Jangan ngobrol nongkrong apalagi sambil ngerumpi. Sebab harus disadari dari diri sendiri kalau mau ke zona biru, masyarakat harus bantu kita untuk memutus mata rantai Covid-19,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan