Mulai Besok Kota Bogor Masuk Fase Pra AKB, Senin Ojol Boleh Bawa Penumpang

0 29

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Kota Bogor secara resmi mengumumkan hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional fase transisi yang berakhir pada hari ini, Kamis (2/07/20).

Dalam konferensi pers yang digelar di Balai Kota Bogor, Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan, mulai besok tanggal 3 Juli 2020 Kota Bogor akan memasuki Pra AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). Jadi, ini PSBB yang berbeda tetapi belum juga dikatakan full AKB karena ada beberapa yang sudah akan diizinkan buka atau beroperasi tetapi masih banyak juga yang masih perlu waktu.

“Pada prinsipnya kita menyelaraskan antara aspek kesehatan dan ekonomi. Kesehatan tentunya yang utama namun ekonomi juga harus diperhatikan. Jadi, kita namakan ini adalah fase PSBB Pra AKB selama satu bulan penuh. Hari ini, kami akan mengajukan fase PSBB Pra AKB ini kepada gubernur,” kata Bima.

Bima melanjutkan, di fase PSBB Pra AKB ini, ada kebijakan yang dilonggarkan pada beberapa bidang. Pertama bidang transportasi di mana ojek online dan opang diizinkan mengangkut penumpang mulai hari Senin 6 Juli jam 4 pagi sampai jam 12 malam dengan protokol kesehatan seperti kendaraan dipasang penyekat, masker dan hand sanitizer selalu disiapkan. Lalu kendaraan disemprot disinfektan sehabis beroperasi secara berkala. Penumpang juga wajib memakai hairnet dan itu diberikan kepada setiap penumpang bukan dipinjamkan. Penumpang juga diimbau untuk membawa helm sendiri.

“Saya kira pengemudi ojol sudah punya mekanismenya. Kemudian Pemkot mewajibkan operator untuk menyediakan cek point kesehatan sehingga bisa di tes kesehatan bagi para pengemudi baru. Kemudian, untuk angkot kita mengizinkan beroperasi mulai jam 4 pagi hingga jam 11 malam dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan serta dapat menambah kapasitas hingga 60 persen daya tampung angkot,” bebernya.

Lalu untuk terminal penumpang sambungnya, buka mulai jam 4 pagi sampai jam 10 malam. Stasiun kereta buka jam 4 pagi sampai jam 11 malam dan kendaraan pribadi dapat membawa penumpang sesuai daya tampung.

Kedua, untuk hotel diizinkan untuk menyelenggarakan kegiatan baik itu resepsi pernikahan, seminar, workshop atau bimtek dengan protokol kesehatan yang ketat dan diajukan secara resmi ke pemerintah kota. “Nanti kita akan cek di lapangan kalau belum siap belum akan diizinkan. Apabila siap kita akan ujicoba dengan catatan-catatan. Termasuk tempat wisata silahkan mengajukan konsep protokol kesehatan kepada kami untuk kemudian dilakukan evaluasi dan diminta untuk menyatakan surat kesepakatan bersama,” terangnya.

Tapi bagi bidang-bidang yang masih memiliki risiko tinggi, kata Bima, belum diizinkan untuk beroperasi baik olahraga maupun hiburan seperti berenang masih menunggu protokol yang tepat. Kemudian lembaga pendidikan juga belum. “Jadi, sifatnya per bidang kita cek protokol kesehatannya. Kemudian taman-taman dan lapangan milik pemerintah kota akan dibuka secara bertahap sesuai dengan protokol yang tepat,” ucapnya.

Masih kata Bima, untuk fasilitas kesehatan yang saat ini sudah mendapat surat rekomendasi dari gubernur terkait dengan RS (rumah sakit) rujukan Covid-19, itu ada 8 di Kota Bogor ditambah RSUD.

“Kepada 8 RS yang sudah reassessment dari pemerintah provinsi dan pemerintah Kota Bogor kita akan lakukan monitoring secara langsung. Jadi, artinya setelah nanti ada keputusan apakah SK gubernur ini diperpanjang atau ada revisi dari SK gubernur terkait dengan RS rujukan, maka setiap RS harus menyatakan surat peryataan bersama yang didalamnya antara lain apabila terjadi lagi insiden atau kasus penambahan terkonfirmasi positif Covid dari dinas kesehatan maka kita dapat melakukan penutupan sementara,” jelasnya.

Dikatakan Bima, walaupun ada data-data yang relatif membaik dan membahagiakan tetapi ini harus tetap disikapi dengan perspektif jangka panjang dan tetap waspada karena ini pertarungan jangka panjang.

“Ini harus ada kerjasama dari semua pihak agar pelaksanaan Pra AKB ini bisa dilaksanakan sesuai dengan tujuannya yakni upaya kita menekan dan mencegah tingkat penyebaran Covid-19 di samping kita juga mulai memberi kesempatan pada dunia usaha dan masyarakat untuk melakukan aktivitas yang mendekati normal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan