Tren Penyebaran Covid-19 Turun Bima: Tetap Evaluasi Belum Aman

0 10

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan, angka reproduksi efektif atau angka penularan Covid-19 paling rendah di Bodebek adalah di Kota Bogor dengan angka 0,33. Kabar itu pun mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan rapat evaluasi tingkat kewaspadaan Covid-19 melalui video conference dengan kepala daerah di kawasan Bogor, Depok dan Bekasi.

Dalam rapat tersebut sambung Bima, Ridwan Kamil menyampaikan khusus wilayah Bodebek yang berdekatan dengan DKI Jakarta, angka reproduksi efektif Covid di Kota Depok (1,17), Kota Bekasi (0,71), Kabupaten Bogor (0,66), Kabupaten Bekasi (0,57) dan Kota Bogor (0,33).

Angka reproduksi efektif (Rt) merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kewaspadaan Covid-19 di wilayah Jawa Barat. Selain itu, ada juga indikator yang dinilai yakni laju Orang Dalam Pemantauan (ODP), laju Pasien Dalam Pengawasan (PDP), laju perkembangan pasien positif, laju kesembuhan (recovery rate), laju kematian (case fatality rate), laju transmisi (contact index), risiko geografis dan laju pergerakan.

“Meski trend penyebaran Covid-19 di Kota Bogor cenderung melandai, tapi situasi belum aman sepenuhnya. 2 Juli merupakan hari terakhir masa PSBB Proporsional di fase transisi. Pemkot akan evaluasi dan Insya Allah akan diumumkan langsung bagaimana kelanjutannya ke depan. Termasuk soal aturan ojek online yang boleh angkut penumpang dan kegiatan-kegiatan di hotel selain fasilitas menginap dan tempat umum lainnya,” kata Bima.

Bima menjelaskan, Gubernur Jabar menyerahkan kepada kepala daerah Bodebek untuk menentukan kebijakan ke depannya seperti apa. “Kerangkanya masih dalam kerangka PSBB proporsional tetapi dipersilahkan untuk memulai pra adaptasi kebiasaan baru (Pra-AKB) di bidang tertentu,” ungkapnya.

“Beberapa hari ke depan kita akan koordinasikan secara teknis seperti apa. Misalnya mengizinkan Ojol untuk beroperasi mengangkut penumpang dengan protokol kesehatan dan lain-lain. Memasuki persiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) jadi bisa dibilang era Pra-AKB. Beberapa masih dilarang, seperti sekolah masih belum boleh, kemudian olahraga yang kontak fisik masih belum diizinkan,” tambahnya.

Pemkot Bogor, lanjut Bima, juga akan menggencarkan tes swab di sejumlah sektor. “Swab kita sekarang sudah sekitar 4.000 lebih. Target kita 8.000. Kita akan kejar terus. Akan digencarkan ini. Semakin masif tes swab di Kota Bogor ini. Untuk masyarakat agar tetap gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan