Imah Lancah Awi Otak-atik Bambu Jaring Pasar Internasional dan Kampanye Kurangi Sampah Plastik

0 55

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pada umumnya gelas dan alat bantu makan dan minum dibuat berbahan plastik hingga alumunium. Namun, apa jadinya bila barang tersebut dibuat berbahan dasar bambu? Ya, di tangan Banoen Soerya (41) bambu dapat dijadikan sejumlah barang bermanfaat.

Di Imah Lancah Awi (ILA), tepat di belakang Bursa Ikan Hias Laladon, Desa Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor adalah tempat Banoen berkarya menciptakan gelas, nampan, tempat rokok, sodetan alat memasak, hingga box audio berbahan dasar bambu selama hampir 6 bulan belakangan ini.

Di tangan Banoen Soerya (41) bambu dapat dijadikan sejumlah barang bermanfaat. Mikail/heibogor.com

Nama unik Imah Lancah Awi yang bila diartikan rumah bambu laba-laba memiliki filosofi tersendiri, Banoen berharap dari karyanya dapat menjaring teman-teman pengrajin bambu lainnya dengan erat seperti jaring laba-laba.

Banyak variasi diciptakan Banoen dari bambu namun produk populer dan unggulan dari Imah Lancah Awi yang menjadi ciri khas adalah gelas bambunya. Terdapat dua jenis gelas, gelas standar seperti cangkir berukuran tinggi 7cm dan mug berukuran tinggi 14cm dari hasil produksinya 2 lusin gelas selama sehari.

“Satu unit gelas bambu seharga Rp25 ribu, untuk mug seharga Rp50 ribu. Uniknya kalau beli minimal setengah lusin kami beri hadiah gantungan atau pajangan,” kata Banoen kepada heibogor.com di Imah Lancah Awi yang juga workshopnya, Sabtu (27/6/20) lalu.

Banoen sendiri menggunakan bambu khusus, yakni bambu hitam. Menurutnya, bambu hitam mememiliki kelebihan dalam seratnya yang lebih kuat dan bagus ketimbang jenis bambu lainnya. Di samping itu, gelas berbahan bambu hitam memiliki nilai lebih bila digunakan sebagai tempat untuk minum kopi. Rasa kopi seketika menjadi lebih terasa lebih halus, kental dan cita rasa yang lebih memikat, cocok untuk yang gemar ngopi.

Di Imah Lancah Awi (ILA), tepat di belakang Bursa Ikan Hias Laladon, Desa Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor adalah tempat Banoen berkarya menciptakan gelas, nampan, tempat rokok, sodetan alat memasak, hingga box audio berbahan dasar bambu selama hampir 6 bulan belakangan ini. Mikail/heibogor.com

Tak heran bila Banoen bersama kawan-kawannya memiliki gerakan ‘Kurangi Sampah Plastik’. Bersama kawannya, Banoen selalu membawa gelas bambunya untuk pergi minum kopi, sehingga tidak lagi menggunakan gelas plastik yang biasa digunakan dan mengurangi sampah plastik.

“Gelas bambu ini biasa dibawa kemana pun kita ngopi. Kalau mesan kopi langsung dari gelas bambu ini jadi mengurangi sampah plastik sembari sosialisasi kepada masyarakat dan penjual kopi,” jelasnya. Berkat gerakan dan penjualannya melalui Facebook, jangan heran bila gelas bambunya sudah terjual hingga Singapura dan Australia. Untuk dalam negeri selain Jabodetabek, gelasnya sudah terjual ke Cimahi, Kuningan, Jogja hingga Solo.

Selain gelas bambu, produk unggulan lainnya yakni sepasang tempat rokok dan korek api seharga Rp75 ribu. Tak hanya itu, bagi para penggemar kerajinan bambu, Imah Lancah Awi sendiri menyediakan jasa custom membuat alat masak seperti salah satunya yakni sodet.

“Kami bisa pesan custom, contoh yang pernah kita buat itu ada alat masak yakni sodet dari bambu. Kalau kita tergantung pesannya, apa yang dipesan akan siap kita buatkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan