RK dan Bima Arya Tinjau Protokol Kesehatan di Pesantren dan Tes Massal di Stasiun

0 11

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya mendampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang datang meninjau protokol kesehatan di sejumlah sektor di Kota Bogor seperti di Stasiun Bogor, pondok pesantren, dan RM Bumi Aki pada Jumat (26/6/20).

Sebelum ke Stasiun Bogor, Ridwan Kamil dan Bima Arya melakukan peninjauan ke Pondok Pesantren Al-Falakiyah di Pagentongan, Loji, Bogor Barat. Kedatangan mereka disambut pengasuh pesantren KH Tubagus Asep Zulfiqor. Selain melihat protokol kesehatan di pesantren tersebut, dilakukan juga tes massal kepada para santri.

“Saya bersama Pak Wali Kota Bogor melakukan kunjungan dan silaturahmi di Pesantren Al-Falakiyah, Bogor Barat. Mengecek persiapan protokol kesehatan. Setelah saya amati semua telah dilakukan dengan baik. Ada ekstra pengecekan rapid test pada santri, kemudian juga masker yang menjadi kewajiban, jaga jarak dan cuci tangan akan diberlakukan dalam proses belajar mengajar,” ungkap Kang Emil panggilan akrabnya.

Menurutnya, di Jawa Barat pesantren sudah bisa dibuka dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “Pesantren memang dibuka lebih dulu dari sekolah umum karena pesantren start dan finish-nya berbeda-beda. Kurikulumnya juga berbeda-beda. Jadi, kalau satu buka, satunya belum tidak masalah. Berbeda dengan sekolah umum yang start finishnya berbarengan,” ujarnya.

“Di Kota Bogor, maupun kami di Provinsi sangat mendengar nasehat para ulama, kyai untuk kita pastikan keamanan covid menjadi utama,” tambah dia.

Dalam kesempatan itu juga, Kang Emil menyerahkan bantuan 1200 masker dari Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat kepada pengurus pesantren. Usai dari pesantren, Ridwan Kamil dan Bima Arya kemudian meninjau aktivitas di Stasiun Bogor.

“Stasiun ini ada problem karena kapasitasnya dikurangi, maka kepada mereka sisanya itu sedang dicarikan solusinya. Kemarin ada bantuan bus ya, dari mana-mana termasuk dari pak Anies, tetapi masih kurang. Sehingga solusinya adalah kita akan tes warga Bogor yang naik kereta, apakah ada yang positif, kalau tidak ada berarti kita bisa mengusulkan jumlah kapasitas di dalam gerbongnya bisa lebih padat,” terangnya.

Tetapi, lanjutnya, jika ditemukan banyak yang positif berarti tetap diberlakukan pembatasan seperti yang sudah berjalan saat ini atau disebut dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Secara bertahap jadi kita lihat mudah-mudahan hasilnya tidak banyak yang positif sehingga Kang Bima selaku Wali Kota bisa mengusulkan dalam satu gerbong bisa persentasenya diperbesar,” ungkapnya.

Sedangkan Wali Kota Bogor, Bima Arya menambahkan, selain sektor pendidikan kunjungan Ridwan Kamil di Kota Bogor juga melihat protokol kesehatan di sektor restoran, salah satunya di RM Bumi Aki.

­Kemudian di sektor transportasi sore tadi dirinya dengan Pak Gubernur memantau pelaksanaan rapid test untuk penumpang KRL yang pulang bekerja dari Jakarta di Stasiun Bogor. Dari 500, ada 8 yang reaktif dan langsung di swab. Semoga hasilnya negatif.

“Pemkot Bogor akan rutinkan test massal di stasiun untuk mengetahui secara lebih akurat tingkat kerentanan penularan Covid-19 bagi penumpang Kereta Api. Selalu waspada. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan