Hotel GranDhika Indonesia Siap Sambut Kembali Tamu dengan Terapkan Protokol Kesehatan

0 19

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk memperpanjang status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi untuk menghadapi New Normal. Sejumlah sekolah, restoran, kantor, mall, dan fasilitas umum lain mulai dibuka agar perekonomian negara tetap berjalan, tak terkecuali dengan bisnis hotel.

Berkaitan dengan hal ini, Hotel GranDhika Indonesia yang menaungi beberapa hotel di kota besar antara lain Jakarta, Medan dan Semarang sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut fase new normal.

Manager Divisi Hotel – Hotel GranDhika Indonesia, Teny Sundari memaparkan, seluruh unit hotel dari Hotel GranDhika Indonesia di antaranya Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta, Hotel GranDhika Setiabudi Medan dan Hotel GranDhika Pemuda Semarang telah menerapkan physical distancing atau jaga jarak untuk seluruh para tamu dan karyawan hotel dengan minimal jarak 1 (satu) meter, yang ditandai dengan adanya beberapa signage di area pintu masuk dan resepsionis.

Hotel GranDhika Indonesia yang menaungi beberapa hotel di kota besar antara lain Jakarta, Medan dan Semarang sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut fase new normal.

“Manajemen hotel juga telah memberikan pelatihan kepada staf operasional Hotel GranDhika Indonesia terkait protokol kesehatan di fase new normal, salah satunya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar saat bertugas di area sekitar hotel, yaitu masker, sarung tangan dan face shield. Layout restoran dan ruang meeting pun ditata sedemikian rupa dengan konsep physical distancing sesuai anjuran Pemerintah, tanpa mengurangi kenyamanan para tamu yang berkunjung,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima heibogor.com, Senin (22/06/20)

Di samping itu, kata Teny, setiap karyawan dan tamu yang masuk hotel diwajibkan untuk menggunakan masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer ataupun sabun cuci tangan kemudian dilakukan pengecekan suhu tubuh. “Apabila suhu melebihi dari 37,3 derajat celcius, maka kami tidak mengizinkan karyawan maupun tamu untuk memasuki area hotel. Hal ini kami lakukan demi keamanan bersama.”  jelasnya.

 

Protokol lain yang dilakukan di antaranya tamu yang berkunjung ke hotel wajib untuk mengisi formulir ACP Sehat secara online guna untuk pendataan tamu yang berkunjung serta mengetahui riwayat kesehatan tamu tersebut.

Selain itu, Teny menambahkan juga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala untuk area kamar tamu dan public area, pengawasan ekstra terkait kehigienisan kualitas makanan restoran dan kebersihan area kerja karyawan hotel. Tak lupa juga penyediaan hand santizer di setiap titik area internal hotel sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran virus. “Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, kami siap menyambut tamu kami untuk kembali menginap di seluruh unit Hotel GranDhika Indonesia,” pungkasnya. (**/rhm)

 

Tinggalkan Balasan