Bendung Ciproy Dadakan Ngehits Jadi Tempat Wisata Cihideung Udik Ciampea, Masuk Cuma Bayar Rp2 Ribu

0 334

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Sejumlah warga berwisata di area bendungan Cihideung Proyek (Ciproy), Kampung Cihideung Proyek RW 10, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu (07/06/20).

Viralnya tempat wisata baru ini, membuat Kampung Cihideung Proyek RW 10 mendadak ramai karena hilir mudik pengunjung yang datang untuk berekreasi terutama di hari Sabtu dan Minggu.

Untuk menuju ke lokasi ini, jika Anda dari arah Kota Bogor, ambil arah ke Ciampea dan belok di Cibanteng Proyek atau Cibanteng Mbahbengket, lalu cari Gang Abot. Jika sudah ketemu bisa tanya ke warga sekitar letak lokasi bendungan Ciproy karena belum ada plang nama dan petunjuk di sepanjang jalan.

Diceritakan oleh Juhana selaku Ketua BPD Desa Cihideung Udik, bahwa bendungan ini, dibangun tahun 1968 dengan nama Bendungan Wirakarya. Bendungan yang dialiri oleh Sungai Cihideung ini, mengaliri area pesawahan di tiga desa yakni Desa Cihideung Udik, Cihideung Hilir, dan Cibanteng. Dulu awalnya, tempat ini sering dijadikan tempat perkemahan dan pernah diikuti 7000 peserta kemah dari berbagai negara.

“Dulu tempat ini ramai sebagai tempat perkemahan Wirakarya. Perkemahannya di atas. Karena lama sudah tidak berjalan makanya kita hidupkan kembali tempat ini sebagai bumi perkemahan karena lahannya juga luas. Ditambah kepala desanya juga baru jadi kita ikuti program kerjanya untuk mengangkat lokasi ini menjadi objek wisata,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Ketua Karang Taruna, Galih setempat bahwa tempat ini sebenarnya belum resmi dibuka karena masih tahap pembangunan.

“Tapi karena antusias warga cukup tinggi setelah lebaran kemarin hingga sekarang akhirnya kita jalani apa adanya dulu. Wahana wisatanya baru ada bendungan saja dan tempat berkemah,” terangnya.

Ia mengatakan, objek wisata bendungan Ciproy ini, buka setiap hari mulai jam 07.00 sd 17.00 WIB. Rata-rata pengunjung yang datang adalah warga sekitar Cihideung Udik. Kalau hari libur seperti Sabtu dan Minggu, rata-rata pengunjung yang datang bisa ratusan dan belum ada tarif khusus untuk masuk ke objek wisata ini. Pengunjung hanya diminta Rp 2 ribu rupiah untuk service kebersihan dan pembenahan tempat agar lebih baik.

“Kita sedang membangun jalan tembus agar mudah diakses. Karena dulu jalan ini bisa dilewati mobil sedangkan sekarang sudah jadi jalan setapak. Lalu rencana ke depan kita juga mau membuat wahana papalidan (ngalun) di aliran irigasi, spot untuk foto, saung untuk bersantai, tempat jualan warga dan area arum jeram,” ungkapnya.

Ia berharap jika ojek wisata ini sudah di perdeskan akan ditata lebih bagus lagi sehingga bisa menjadi ikon wisata di desa ini sekaligus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan menjadi pendapatan asli desa.

“Mudah-mudahan ke depannya ini bisa mendongkrak pendapatan asli desa dan menjadi roda perekonomian warga setempat dengan managerial pengelolaan yang benar,” harapnya.

Tinggalkan Balasan