Jelang TA Baru Sekolah Terapkan Protokol Kesehatan dan Siapkan Jaringan Internet Stabil

0 32

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Jelang tahun ajaran baru, beberapa sekolah mulai melakukan persiapan protokol kesehatan seperti menyemprot cairan disinfektan pada kelas yang telah diatur jarak, pembatasan jumlah siswa, dan penerapan jarak duduk.

Tak hanya itu, penggunaan cairan pencuci tangan di setiap kelas dan penyemprotan disinfektan secara rutin dalam masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Bogor menuju tatanan hidup baru (new normal).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin menjelaskan, untuk waktu pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD dimulai tanggal 8-11 Juni. Sedangkan, PPDB SMP Tahap I 16-19 Juni untuk jalur afirmasi, jalur khusus Covid-19, jalur perpindahan tugas orangtua dan anak guru. Tahap II, tanggal 24 – 27 Juni untuk jalur prestasi dan Tahap III tanggal 2-6 Juli untuk jalur zonasi.

Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD dan SMP/sederajat tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 421.45-399 tahun 2020. Besaran kuotanya 20 persen jalur prestasi, 53 persen kuota untuk jalur zonasi, 20 persen kuota untuk jalur afirmasi, 5 persen jalur perpindahan tugas orangtua dan anak guru dan 2 persen jalur khusus tenaga medis Covid-19.

Untuk metode pendaftaran SD yang hanya 1 rombongan belajar atau 1 kelas diperkenankan langsung atau luring (luar jaringan) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sementara yang lainnya dengan metode daring di www.kotabogor.siap-ppdb.com

“Untuk kesiapan jaringan internet Telkom sudah sangat siap dengan kapasitas server yang sudah teruji 3 tahun belakangan ini, kita sedang persiapkan ujicoba,” kata Fahmi sapaan akrabnya, Jumat (5/6/20).

Dikatakan Fahmi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) juga mengalokasikan jalur khusus bagi putra dan putri dari tenaga medis yang menangani Covid-19 dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD, SMP dan SMA/sederajat tahun ajaran 2020/2021.

Jalur khusus tenaga medis Covid-19 diberikan bagi calon siswa/siswi dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Siswa Menengah Atas (SMA)/sederajat dengan syarat harus ada keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor yang menerangkan orang tuanya menangani Covid-19.

“Misalnya seperti dokter, perawat, sopir ambulans, hingga petugas yang memakamkan jenazah. Alhamdulillah untuk SMA juga diberikan jalur khusus tenaga medis 2 persen. Saya baru terima suratnya kemarin dari provinsi,” katanya.

Menurutnya, kebijakan itu diterapkan karena tenaga medis harus benar-benar fokus menangani pasien Covid-19, apalagi mereka statusnya otomatis menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Kami ingin mengapresiasi tenaga-tenaga medis yang menjadi garda terdepan dengan risiko yang luar biasa, bahkan ada yang sampai meninggal. Ini merupakan apresiasi dari Pemkot Bogor dan Pemprov Jawa Barat dalam rangka percepatan penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Dia berharap semua warga Kota Bogor dapat melanjutkan sekolah ke SD, SMP dan SMA/sederajat. Jangan ada warga Kota Bogor yang putus sekolah di masa pandemi Covid-19 ini.

“Sesulit apapun harus daftar sekolah, kalau tidak diterima di sekolah negeri bisa di swasta, kalau tidak mampu nanti Pemkot Bogor akan mengintervensinya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan