Ratusan Pedagang Pedati Geruduk Pasar Bogor Tuntut Tempat Berdagang Layak

Minta Kajian Ulang dan Komitmen Pemkot Bogor

0 17

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Tidak menerima kondisi lapak yang kurang layak sebagai tempat relokasi yang dijanjikan oleh Pemkot Bogor melalui PPPJ dan Dinas UMKM, ratusan pedagang Pedati melakukan aksi demo dengan menggeruduk Pasar Bogor di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Selasa (2/6/20).

Salah satu perwakilan pedagang, Itang mengatakan, sebelumnya para pedagang telah melakukan survei kelayakan tempat apakah memadai atau tidak. Kemudian persoalan lainnya, ada tahapan-tahapan relokasi yang tidak sesuai dengan aturan perundang undangan.

Contoh kecil, kata Itang, seperti Tanda Daftar Usaha (TDU). Kalau pun itu ditolak harusnya satu minggu setelah pendaftaran itu harus dengan alasan tertulis. Kemudian SK penataan, secara undang-undang harusnya relokasi pedagang kaki lima itu ada tim koordinasi dan melibatkan unsur pedagang, bagaimana dengan kelayakan gedungnya, kemudian tempat usahanya secara ekonomi termasuk ventilasi dan lain sebagainya. Jadi, semuanya seperti diabaikan.

Bahkan, ada juga yang akan dialihkan ke pasar yang lain. Sedangkan diperjanjian awal ketika negosiasi para pedagang hanya ditentukan di satu titik yaitu di Pasar Bogor atas berbagai kajian menurut versi mereka.

“Harapan kami sih Pemkot melakukan kaji ulang atas peristiwa Lawang Saketeng dan Pedati. Kami direlokasi atas nama peraturan tapi di lain sisi peraturan itu tidak dijalankan. Padahal waktu malam takbiran secara jelas pak Bima menyatakan akan memutuskan SK penataan dengan melibatkan unsur pedagang. Artinya ketika kami direlokasi ada tim terpadu dan tim koordinasi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, lapak yang disiapkan tidak layak karena hanya sebesar satu meter kali sekian. Jika berbicara PSBB semestinya malu karena Social Distancing-nya tidak ada.

“Salat berjamaah saja harus jaga jarak. Masa satu meter, untuk duduk saja susah. Dari itu, para pedagang merasa keberatan karena para pedagang direlokasi atas nama peraturan, sementara peraturan itu sendiri tidak dilaksanakan,” keluhnya.

Dia berharap, relokasi itu ditentukan tim koordinasi dan ada SK-nya. Ternyata SK-nya tidak ada bahkan dianulir. TDU pun juga tidak ada, sepertinya sepihak semua. “Kami akan mengadukan kepada yang berwenang entah itu ke DPRD, karena di sisi administrasinya tidak dijalankan dengan baik. Kami merasa kurang layak dan tidak layak dengan ini,” ungkapnya.

“Harapan kami mohon ini disampaikan, tolong di kaji ulang semua dan tolong dari pemangku kebijakan juga mengikuti aturan. Kami semua akan mematuhi semua aturan. Sampai hari ini saya pastikan jalan Lawang Seketeng steril tidak ada bangunan semi permanen, itu sudah komitmen kami. Tapi di lain pihak kami ingin menuntut hak kami. Tempat sudah disiapkan untuk mengakomodir seluruh pedagang tetapi layak tidak untuk berdagang,” tambahnya.

Sementara, Kanit Pasar Bogor, Untung Tampubolon menyampaikan, pertama, kedatangan para pedagang itu, untuk mempertanyakan soal lahan yang disiapkan oleh PPPJ di Pasar Bogor, baik di lantai 1, 2, dan 3. Karena semua pedagang akan dimasukan ke dalam pasar sesuai dengan komoditinya masing masing. Lalu pedagang meminta tempat untuk berjualan tidak terlalu kecil. Kedua, di Jalan Roda steril dari pedagang.

Dikatakannya, jumlah keseluruhan pedagang ada 696 pedagang. Adapun tempat yang bisa diakomodir untuk para pedagang ada 439. Tapi pihaknya berusaha untuk bisa menampung 696 pedagang. Nanti sisanya akan ditampung di pasar Cumpok dan Sukasari.

Untung menyebutkan, dari 696 pedagang eks Lawang Saketeng dan Pedati, sudah ada sekitar 250 pedagang yang daftar. Kalau pedagang sudah daftar dan masuk ke dalam Pasar Bogor itu bisa diakomodir karena mereka menjadi pedagang binaan Pasar Bogor bukan lagi PKL.

“Saya mengimbau agar pedagang mendaftar dulu, ambil tempat dulu karena tempat itu akan kita berikan kepada pedagang yang sudah terdaftar nama di Dinas UMKM. Ketika pedagang sudah daftar, maka mereka akan menjadi binaan PPPJ. Adapun tempat yang ada sekarang ini yang memang kondisinya begini. Saya rasa begitu,” jelasnya

Jadi, sambungnya, keluhan dan permintaan daripada pedagang ini akan disampaikan kepada Dirut Pasar Pakuan Jaya. “Untuk sementara ya, kita bisa mengakomodir begini. Nanti saya minta petunjuk dari dirut, direksi nanti direksi bisa menyampaikan program daripada wali kota,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan