Jalur Puncak Diserbu Wisatawan Meski Masih PSBB

0 19

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama TNI-Polri memperketat arus kendaraan menuju kawasan Ciawi, Megamendung dan Cisarua untuk antisipasi kepadatan jalur wisata Puncak

Penyekatan jalur dilakuksan secara berlapis mulai dari Simpang Gadog, Pasir Angin, Seseupan, Simpang Taman Safari, Gunung Mas sampai Masjid Atta’awun.

“Melihat situasi kemarin jalur puncak sangat padat. Saya koordinasi dengan Bupati untuk meminta bantuan dari unsur Dishub dan Satpol PP untuk bersama Polres dan Kodim hari ini pada kegiatan penanganan bersama jalur puncak,” kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Senin (1/6/20).

Ia menambahkan, sasaran kegiatan ini difokuskan terhadap penyekatan jalan. Tak hanya di jalan utama, penyekatan juga dilakukan terhadap jalan-jalan kecil atau jalan pintas agar menghindari kerumunan masyarakat di Puncak.

“Kita pastikan tempat wisata tidak boleh ada yang buka, karena Kabupaten Bogor masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai tanggal 4 Juni 2020 nanti,” tambahnya.

Roland menilai kerumunan warga di wisata Puncak sangat berbahaya. Menurutnya, hal ini akan memperluas penyebaran Covid-19 di wilayah Cisarua yang hingga kini masih zona kuning tanpa ada kasus positif Covid-19.

“Kalau terus terjadi (kerumunan), dikhawatirkan di sini bisa jadi zona merah. Jangan sampai kejadian seperti kemarin membuat wilayah kita pending ke fase new normal,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas polres Bogor AKP M. Fadli Amri menambahkan, kegiatan ini sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa Kabupaten Bogor masih menerapkan PSBB hingga 4 Juni mendatang.

Menurutnya bila terdapat pelanggar PSBB, pihaknya tak segan-segan untuk memutarbalikan kendaraan yang datang ke wilayah Puncak tanpa adanya kepentingan.

“Kepada para pelanggar lalu lintas, masyarakat yang tidak ada kebutuhan mendesak dan hanya ingin bermain-main di wilayah puncak kita pastikan untuk balik kanan. Hal ini didasarkan Kabupaten Bogor masih menerapkan PSBB, yang berpedoman pada PSBB Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan